
Sign up to save your podcasts
Or


Malaise budaya (moral) berarti orang Jawa sedang ada proses pergeseran etika yang luar biasa. Hal ini memang sulit dipungkiri, karena di Jawa sedang terjadi tawar menawar budaya. Budaya lain baik yang mendukung maupun yang meracuni, tetap menggeser sikap dan perilaku. Budaya konsutivisme, materialism, individualism, dan paham0paham isme lainnya. Selalu menerjang kehidupan orang Jawa. Akibatnya Etika Jawa yang dulunya amat luhur mulai kehilangan nyalinya. Proses perubahan etika itu harus terjadi. Karenanya, tak mengherankan jika kelak muncul etika Jawa yang asli dan jjuga etika Jawa tiruan (yang terpengaruh).
Etika Sosial setiap strata sosial memiliki etika yang berbeda. Perbeedaan ini didasarkan pada “unen-unen” negara mawa tata, desa mawa cara, artinya masing-masing tempat memiliki etika yang berbeda-beda. Etika ini menyangkut sikap, tingkah laku, etika bahasa, dan etika pertemuan. Etika sosial biasanya berbentuk anjuran-anjuran dan larangan-larangan untuk bersikap dan berbuat sesuatu.
Pada masa modernitas saat ini, semakin meluasnya budaya-budaya luar yang masuk ke masyaraka Jawa, membuat masyarakat lokal sendiri semakin abai dengan konsep budayanya sendiri termasuk tidak lagi menerapkan esensi utama dari etika budaya Jawa.
Sehingga etika jawa yang dibangun sejak masa leluhur pun pada akhirnya terancam punah dan ditambah lagi tidak adanya filter budaya asing yang begitu diterima oleh masyarakat sehingga masyarakat kehilangan esensi moralnya.
Untuk lebih jelasnya tentang penjelasan Etika Jawa dala pandangan Budayawan dan Filsafat. Simak Podcast Sarang Kodok bersama dua Narasumber. Damar Shashangka (Budayawan dan Penulis) dan Anton Ardiansyah (Akademisi dan Dosen Ilmu komunikasi, Universitas Mercu Buana Jakarta). dipandu oleh Host Radita Gora.
Masih ada orang awam yang menganggap bahwa Hipnotis adalah ilmu ghaib dan takhayul seperti halnya ilmu gendam atau ilmu lintrik Jawa. Beberapa kalangan ilmuan melihat bahwa fenomena hipnotis bisa dikaji secara ilmiah dengan menggunakan perspektif Sosial Science terutama dalam kajian Ilmu Komunikasi. Sehingga disini unsur metafisika Hypnotherapy dapat digenerasilisir sebagai kajian baru dalam pandangan ilmiah. Lalu bagaimana Hypnotherapy dapat dikaji dalam perspektif ilmiah. ikuti perbincangan Sarang Kodok Podcast dengan Narasumber kita pada episode kali ini dengan narasumber Oni Tarsani, M.Ikom. Pakar Hipnoterapi dan ahli PSikologi Komunikasi, serta akademisi Ilmu Komunikasi dari Universitas Satya Negara indonesia.
PAda episode kali ini merupakan kolaborasi antara SaRang KoDok dengan Bincang Intim.
Pembahasan kali ini akan membedah praktik Pijat Plus plus pra pandemi dan masa pandemi. Selain itu juga membahas tentang praktik prostitusi di tempat pijat dan kehidupan terapis pijat di dalam Industri hiburan Panti Pijat plus-plus.
Bersama dengan Host Bincang Intim, Dr (c) Delliana Santi Founder Bincang Intim sekaligus Dosen Ilmu Komunikasi KALBIS, Jakartadan juga bersama Dr. Radita Gora sebagai Narasumber sekalgus Founder Sarang Kodok Podcast, akan membedah tentang praktik pijat plus-plus industri hiburan di Jakarta baik itu di masa pra Pandemi dan Masa Pandemi COVID 19.1
Masih bercerita tentang dampak di masa Pandemi, pada episode kali ini membahas tentang masalah dampak COVID 19 terhadap Inflasi dan Defisit perekonomian di level Makro dan Mikro. Masalah Inflasi dan Defisit negara yang pada akhirna memunculkan kebijakan-kebijakan baru pemerintah dalam mengantisipasi Perekonimian yang mengalami keruntuhan pada saat ini. Lalu bagaimana strategi yang harus dibangun oleh Pemerintah dalam mengantisipasi masalah Defisit dan Inflasi saat ini? Simak penjelasannya pada Sarang Kodo Podcast.
Masa Pandemi Covid 19 menjadi ancaman terburuk terhadap keruntuhan Perekonomian Indonesia. Hal ini ditandai dengan kerugian di tingkat perdagangan, pembangunan infrastruktur yang kerugiannya tentu mencapai Triliyunan. Seperti halnya kerugian mal yang mencapai 13 Triliun dalam jangka waktu 2 bulan. Sehingga hal ini tentu menjadi masalah besar bagi keruntuhan perekonomian Indonesia di tahap awal. Sehingga perlu ada upaya untuk bangkit. Disini Podcast SARANG KODOK mewawacarai Seorang Ekonom, pakar ekonomi yang lama berkecimpung sebagai konsultan Pajak dan bidang keuangan yang akan menjelaskan analisa pemulihan ekonomi Indonesia.
Istilah baru yang muncul di masa Pandemi COVID 19 yang cukup membuat trend dikalangan perbincangan umum termassuk kalangan elit Pemerinatahan dan elit politik. Masyarakat diminta bersiap dengan kondisi new normal saat pandemi virus corona atau Covid-19. Istilah ini memang terkesan baru. Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmita menjelaskan definisinya bahwa new ormal merupakan kehidupan yang akan dijalankan seperti biasa ditambah dengan protokoler kesehatan. New normal diusulkan sejalan dengan belum ditemukan vaksin atau penangkal virus corona. Tak disangka di masa Pandemi ini membawa perubahan masyarakat yang begitu besar, bukan hanya membiasakan diri masyarakat untuk beradaptasi dengan teknologi, melainkan juga untuk membiasakan diri pola kehidupan yang baru.
Lalu bagaimana new normal ini menjadi dapat diadaptasi dengan perubahan baru di era Pandemi, dan apa kira-kira pendapat para pakar Komunikasi? Simak pendapatnya di PODCAST SARANG KODOK dengan dua narasumber ahli Dr. Des Hanafi (Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Sahid Jakarta), dan Yadi Kusmayadi (Pakar Komunikasi). Moderator Dr. Radita Gora
From the publisher's feed