Truth Daily Enlightenment

SATU-SATUNYA JALAN


Listen Later

Dalam Injil Yohanes 14:6, Yesus menunjukkan bahwa Dialah satu-satunya jalan sampai kepada Bapa. Pernyataan Yesus ini sangat istimewa yang menunjukkan bahwa kita bisa masuk dalam hubungan istimewa dan eksklusif dengan Bapa seperti yang dikemukakan Yesus dalam doa-Nya di dalam Yohanes 17:21 (“supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku”). Ayat ini bukan saja menunjukkan bahwa tidak ada keselamatan di luar Kristus, melainkan Yesus bisa menjadi jalan masuk ke dalam persekutuan dengan Allah semesta alam, dimana Allah sebagai Bapa dan orang percaya sebagai anak. Inilah sebenarnya inti Injil, terbukanya jalan untuk menemukan kembali persekutuan dengan Allah yang esa. Sebagai umat pilihan, kita benar-benar sangat beruntung karena memiliki kesempatan ini.
Untuk itu, kita harus berani menginvestasikan hidup kita sepenuhnya guna mencapai hal tersebut. Dalam hal ini, harus ada kesediaan menyerahkan hidup kita tanpa batas untuk mewujudkan kedekatan atau keintiman dalam persekutuan dengan Allah, sesuai dengan yang Allah kehendaki, seperti yang termuat dalam doa Yesus: “Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita.” Dalam kewajaran hidup seperti manusia beragama lain, banyak orang Kristen menjadikan kekristenan sekadar hiasan dalam hidupnya. Kekristenan bukanlah bagian hidup kita, bukan sekadar menjadi hiasan kehidupan, melainkan kekristenan itu sendiri adalah segenap hidup kita. Ini berarti, Tuhan menjadi segalanya dalam hidup kita. Kehidupan untuk bersekutu dengan Allah atau hidup dalam kekristenan yang sejati adalah seluruh hidup kita. Kesediaan menyerahkan segenap hidup kita untuk hidup persekutuan dengan Allah adalah kemutlakan. Orang yang tidak bersedia melakukannya berarti menolak anugerah keselamatan.
Yesus sebagai jalan, bukan terjadi atau berlangsung secara otomatis dalam hidup kita, melainkan harus ada usaha dari pihak kita yang menyita seluruh hidup dan mengambil semua kekuatan atau potensi dalam hidup kita ini, untuk menjalaninya. Banyak orang berpikir bahwa kematian Yesus di kayu salib secara otomatis telah memperdamaikan orang percaya dengan Allah. Pengertian ini belum lengkap. Salib secara hukum (de jure) membuka peluang manusia diperdamaikan dengan Allah, tetapi secara kenyataan (de facto), harus ada usaha manusia untuk membangun perdamaian tersebut, agar ada perdamaian yang ideal. Kalau orang mengaku percaya dan menerima Yesus tetapi tidak memberi diri dimuridkan untuk diubah dalam sepanjang perjalanan hidupnya guna mengenakan kodrat ilahi, maka ia tidak menemukan kehidupan yang diperdamaikan dengan Allah.
Satu aspek, Yesus menjadi jalan, artinya melalui salib Ia memikul semua dosa kita, mengampuni dosa, dan membenarkan kita di hadapan Allah. Ini adalah dimensi pasif dari keselamatan yang kita peroleh. Tetapi aspek lain, Yesus juga menjadikan semua bangsa murid, artinya mendidik kita untuk mengalami perubahan. Perubahan itu harus sampai pada tingkat perubahan kodrat. Perubahan itulah yang akan mengondisi hidup kita untuk dapat memiliki persekutuan dengan Allah. Mengondisi artinya dengan keadaan hidup kita yang berkodrat ilahi, maka kita dapat memiliki hubungan yang harmonis dengan Allah. Kalau seseorang belum mengalami perubahan kodrat, ia tidak dapat mengimbangi kesucian Allah. Allah menghendaki kita kudus seperti diri-Nya (1Ptr. 1:14-16). Jadi, untuk menjadi seorang yang bersekutu dengan Allah, ia harus kudus seperti yang dikemukakan oleh Firman Tuhan: Keluarlah kamu dari antara mereka, dan pisahkanlah dirimu dari mereka, firman Tuhan, dan janganlah menjamah apa yang najis, maka Aku akan menerima kamu (2Kor. 6:17).
Oleh sebab itu, kata “jalan” dalam ucapan Yesus di dalam Yohanes 14:6 tidak boleh dipahami hanya dari satu dimensi, yaitu dimensi pasif; tetapi juga dimensi lain, yaitu dimensi aktif,
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Truth Daily EnlightenmentBy Erastus Sabdono

  • 5
  • 5
  • 5
  • 5
  • 5

5

3 ratings