Menemukan, mengalami, dan memiliki hubungan yang eksklusif dengan Allah secara permanen membutuhkan perjuangan yang berat. Perjuangannya terletak ketika kita harus melepaskan segala ikatan dan percintaan dengan dunia dan menempatkan Tuhan sebagai pribadi yang paling berharga dan tercinta,Pertama, sebagaimana kita harus meninggalkan ayah dan ibu dan bersatu dengan pasangan hidupkita,demikian pula, kita harus menanggalkan segala keterikatan (Ibr. 12:1; Mrk. 10:21-22). Perjuangan ini sangat berat sebab keterikatan dengan mammon adalah ikatan yang nyaris tidak dapat dipatahkan. Namun, yang mustahil bagi manusia itutidak mustahil bagi Allah. Inilah yang dimaksud TuhanYesus dengan mendahulukan Kerajaan Surga. Hidup ini merupakan petualangan yang hebat kalau diisi dengan pencarian hubungan yang eksklusif dengan Allah tersebut, yang sama dengan usaha untuk menempatkan diri sebagai mempelai wanita yang setia. Suatu kali nanti, ketika pesta perkawinan anak domba berlangsung, semua orang yang setia sampai akhir menjadi mempelai-Nya akan memperoleh kebahagiaan yang luar biasa.
Kedua, kita menghadapi kuasa kegelapan yang terus berusaha untuk menarik kitamasuk kedalam persekutuan dengan kuasa gelap itu (2Kor 11:2-3). Hari ini banyak orang yang telah disesatkan oleh kuasa kegelapan sampai tingkat tidak dapat ditolong lagi. Banyak orang Kristen tidak setia, yang menukar hak kesulungannya dengan semangkuk kacang merah (Ibr 12:16-17). Percabulan dalam ayat ini bukanlah percabulan secara fisik (seksual), melainkan percabulan rohani. Ini hal yang sangat penting.Itulah sebabnya hukum pertama dalam Dekalog adalahagar tidak ada Allah lain dihadapan-Nya. Tidak ada Allah lain bukan hanya dimengerti sebagai adanya Allah lain selain yang dikenal dalam agama Kristen, melainkan juga ketika hubungan eksklusif dengan Allah digantikan dengan kesenangan dunia.Itu juga merupakan pelanggaran yang berat.
Keberhasilan hidup manusia yang sebenarnya atau yang sejati adalah ketika seseorang menjadi kekasih Allah. Konsep ini sebenarnya juga dimiliki oleh agama lain selain agama Kristen. Dengan segala cara, mereka berusaha untuk menjadi kekasih Allah. Di antaranya adalah filsafat menjadi satu dengan Allah (manunggaling kawula Gusti). Mereka menyadari bahwa menjadi kekasih Allah adalah sesuatu yang sangat mulia. Pelayanan harus menunjukkan hal ini, bukan mengarahkan jemaat kepada kenyamanan hidup untuk memiliki dunia dengan segala kesenangannya. Ukuran keberhasilan harus diubah, bukan pada sukses studi, karier, rumah tangga, dan lain sebagainya, melainkanpersekutuan sebagai kekasih Allah. Ada seorang anak Allah berkata,“Saya tidak memilikicita-cita lain, kecuali pergi ke Israel sebelum saya meninggal.” Orang lain berkata,“Cita-cita saya sebelum meninggal adalah ini atau itu ….” Tidak salah ke Israel atau mengingini ini atau itu.Namun, menjadi salah dan masalah mengerikan kalau seseorang belum menjadi kekasih Allah sebelum meninggal, sebab kesempatan ituhanya adapada waktu seseorang masih hidup di bumi ini. Dalam hal ini TuhanYesus berkata,“Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia kehilangan nyawanya” (Mrk. 8:36).
Allah menghendaki agar hati kita diserahkan kepada-Nya secara penuh. Orang yang menyerahkan hatinya kepada Allah berarti mengingini Allah lebih dari mengingini segala sesuatu. Allah menjadi tujuan kehidupan ini.Artinya, segala sesuatu yang kita lakukan, hanya untuk Allah dan Kerajaan-Nya. Oleh sebab itu,haliniharus dicamkan baik-baikbahwa satu-satu agenda hidup ini adalah mengenal Allah dan TuhanYesus Kristus serta memiliki persekutuan dengan Dia secara benar. Segala sesuatu yang ada di bumi ini bukanlah kewajiban atau keharusan untuk diraih dan dimiliki. Kalau seseorang bersikap seperti wajarnya anak-anak dunia yang hidupnya hanya untuk memburu kesenangan dunia, berbagai fasilitas, dan hiburannya, orang Kristen tersebut hidup di luar pola hidup yang diajarkan oleh Tuhan.