
Sign up to save your podcasts
Or


Untuk menempuh kehidupan yang kudus, bukanlah menguduskan diri dengan melakukan ini dan itu dengan usaha diri sendiri. Ingin dikuduskan saya perlu datang kepada firman Tuhan dan menikmatinya
Hari-hari yang kita lalui, kalau dihitung dengan penanggalan umum, memang mudah sekali: sehari tentu terhitung sehari, setahun tentu terhitung setahun. Tetapi dalam pandangan Allah tidaklah demikian; hari-hari itu akan ada yang terhitung dan ada yang tidak terhitung.
Keperluan saya sebagai ranting hanyalah tinggal di dalam Dia. Tinggal berarti menetap, tidak pergi ke mana-mana dan menikmati Dia. Saat saya menyetir, tinggal di dalam ia. Saat saya bekerja, tinggal di dalam Dia. Saat saya melakukan setiap perkara, tinggal di dalam Dia. Maka hasilnya, berbuah banyak
Seorang pendoa bukan hanya sekedar doa meminta sesuatu kepada Tuhan. Tetapi berdoa untuk mengontak Allah, menjamah Allah dan membiarkan Allah memiliki kesempatan untuk berbaur dengan kita. Doa semacam ini seperti pertemuan dua sahabat karib. Perkataan sudah habis, tetapi tidak ada yang ingin pergi.
Dunia menawarkan harta, uang, karir, nama dan popularitas. Yohanes 14:27, "Apa yang Tuhan berikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu". Kasih, hidup, riang, bahagia, Yesuslah yang berikan.
Situasi yang terjadi dalam hidup saya, saya tidak bisa hanya melihat satu perkara dalam permukaannya saja. Melainkan melihat pengaturan Allah, pembicaraan Allah di balik tirai. Situasi apa pun tidak seharusnya mempengaruhi saya, tetapi seharusnya berbicara kepada saya.
Maria melihat Tuhan itu mustika, berharga dan bernilai. Maria juga tahu bahwa Tuhan Yesus sebentar lagi akan mati. Karena itu, dia merebut kesempatan yang ada, memberikan yang terbaik apa yang dia miliki untuk Tuhan
Allah kita adalah Allah yang memelihara kita. Amin. Tetapi adalam pengalaman, sepertinya Allah kok tidak memelihara ya? Permasalahannya bukanlah pada Allah, tetapi pada orangnya kita.
From the publisher's feed