Truth Daily Enlightenment

Seluruhnya Bagi Tuhan


Listen Later

“Yesus yang lain” mengajarkan bahwa mempersembahkan sesuatu itu harus dihitung dengan persentase, tetapi Yesus mengajarkan orang percaya untuk mempersembahkan hidup seluruhnya tanpa batas kepada Allah. Dalam penggunaan semua harta yang adalah milik Tuhan itu, orang percaya harus mengerti dengan tepat apa yang Tuhan kehendaki dalam hidup ini. Orang percaya tidak boleh menggunakan harta yang ada padanya sesuka hatinya. Orang percaya harus menggunakannya sesuai dengan kehendak Tuhan secara tepat. Untuk hal ini, dibutuhkan kepekaan untuk mengerti kehendak Tuhan dengan tepat. Penggunaan harta dan persembahan bagi Tuhan sangat bertalian dengan kedewasaan rohani seseorang. Orang yang dewasa rohani memahami dan menerima bahwa segenap hidupnya adalah milik Tuhan. Ia sangat bersedia mempersembahkan segenap hidupnya tanpa batas bagi Tuhan. Biasanya orang percaya seperti ini, juga telah menghayati bahwa hartanya sendiri ada di langit baru dan bumi yang baru.
Dengan penebusan oleh darah Tuhan Yesus, kita tidak lagi memiliki hak apa pun atas diri kita. Diri kita telah dimiliki oleh Tuhan Yesus seratus persen. Kalimat bahwa kita bukan milik kita sendiri, adalah kalimat final yang tidak perlu ditambahi kalimat atau penjelasan lainnya. Artinya,sejak kita menerima penebusan oleh darah Yesus Kristus, kita tidak berhak atas hidup kita sama sekali. Dengan keadaan hidup seperti ini, kita seharusnya tidak mungkin bisa menjadi sama dengan dunia ini, dan kita tidak mungkin juga dapat hidup wajar seperti manusia lain.
Memang selalu menjadi masalah, mengenai berapa jumlah persembahan dalam bentuk uang yang patut diberikan kepada Tuhan melalui gereja. Kalau jujur, sebenarnya rumit untuk menemukan persentase dari kehidupan ini.Yesus berkata bahwa orang percaya tidak boleh memiliki dua tuan (Mat. 6:24), harus melepaskan dirinya dari segala miliknya (Luk. 14:33), dan mengikuti Yesus denganmelepaskan semua kekayaannya untuk orang lain (Mat. 19:21-23). Seharusnya kalau Firman Tuhan menyatakan bahwa segenap hidup kita milik Tuhan, kita tidak ada lagi memedulikan perhitungan persentase untuk Tuhan.
Kenyataan yang kita jumpai hari ini, banyak orang yang merasa bahwa semua yang dimilikinya adalah miliknya sendiri. Tidak heran jika hartanya bertambah banyak, rumahnya semakin besar, mobilnya semakin mewah, perhiasannya semakin berkilauan, barang-barangnya semakin branded, dan lain sebagainya. Inilah irama hidup manusia pada umumnya, termasuk banyak orang Kristen. Mereka merasa bebas menggunakan harta yang ada pada mereka sesuka hati, sebab mereka merasa bahwa semua harta yang dimiliki adalah hasil jerih lelahnya sendiri. Orang-orang seperti ini adalah perampok-perampok di mata Allah yang suatu hari harus bertanggung jawab di hadapan Tuhan.
Karena segenap hidup kita—termasuk semua harta yang ada pada kita—adalah milik Tuhan, kita harus selalu mengingat bahwa kita adalah seorang “kasir” atau seorang pengelola milik “Majikan Agung.” Dalam Lukas 16:12 Firman Tuhan mengatakan demikian,“Dan jikalau kamu tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu?”Maksud “harta orang lain” di sini adalah harta Tuhan, bukan harta kita sendiri. Sedangkan, harta kita sendiri sesungguhnya nanti di Kerajaan Tuhan Yesus Kristus. Harta Tuhan yang dipercayakan kepada kita, harus kita kelola sepenuhnya untuk kepentingan Tuhan. Orang yang mengelola harta milik Tuhan dengan benar, akan memperoleh hartanya sendiri di Kerajaan Surga nanti.Orang percaya yang mengerti kebenaran ini, dan meyakini dengan tulus serta menerimanya, akan mengerti bahwa dirinya seperti seorang yang dipercayai untuk mengelola semua yang Allah telah ciptakan bagi kemuliaan nama-Nya. Dirinya ada untuk Allah yang menciptakan, bukan sebaliknya, Allah ada untuk dirinya.
Orang yang tidak hidup dalam kepemilikan Tuhan secara benar, masih membuka peluang melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan pikiran dan perasaan Tuhan.
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Truth Daily EnlightenmentBy Erastus Sabdono

  • 5
  • 5
  • 5
  • 5
  • 5

5

3 ratings