Lantas kamu menatapku. Seolah bertanya apakah aku bercanda dengan kalimatku. Kubilang, aku tak bercanda perkara cangkir yang kuisi harapan. Juga cangkirmu yang kuisi dengan kisah-kisah kelam.
Lantas kamu menatapku. Seolah bertanya apakah aku bercanda dengan kalimatku. Kubilang, aku tak bercanda perkara cangkir yang kuisi harapan. Juga cangkirmu yang kuisi dengan kisah-kisah kelam.