Si gadis hujan, seperti biasa akan menari riang di antara tirai air sang Maha. Tawanya lepas. Serupa dandelion saat diterbangkan angin. Seolah tanpa beban. Dari balik jendela di lantai dua, aku terus menatapnya. Ikut tertawa saat bibir mungil itu melepaskan derai tawa yang serupa genta.