Musik masih memiliki definisi yang abstrak. Perkara bunyi, bingkai waktu, ruang, klaim, perseptual, masih sexy untuk digali fakta-faktanya. Dalam narasi umum, peradaban manusialah yang memiliki musik. Bagaimana dengan penunggu bumi lainnya, seperti hewan? Apakah mereka bermusik juga? Apakah mereka juga dapat mengorganisir suatu bunyi sehingga terdengar musikal bagi perspektif manusia? Pertanyaan-pertanyaan ini memantik kami (Andri, Rangga, dan Tining) untuk didiskusikan santai sembari ngopi dan menikmati hujan.