Kau tau kawan, aku bungkam. Tidak benar-benar bungkam sih. Hanya berdeham mengisyaratkan bahwa aku setuju dengan apa yang diucapkan ayah. Bahkan sampai sekarang jika aku mengingatnya, aku sangat malu. Malu pada sang pencipta yang memberi segala apa yang kubutuhkan. Tanpa pernah bertanya.