Konklusi tak bisa kutemukan saat ruang fikirku masih tak waras seperti ini. Bagaimana dengan nestapa rasa yang kubuat dengan sepahit-pahitnya dari lembaran cerita?
Kau tau kawan, aku bungkam. Tidak benar-benar bungkam sih. Hanya berdeham mengisyaratkan bahwa aku setuju dengan apa yang diucapkan ayah. Bahkan sampai sekarang jika aku mengingatnya, aku sangat malu. Malu pada sang pencipta yang memberi segala apa yang kubutuhkan. Tanpa pernah bertanya.
3 min
About Rembulan Jawa
From the publisher's feed
Selamat malam untuk kamu sahabat rembulan. Mari kita bersama-sama menyelami makna hidup yang sedang kita jalani.