Firman Tuhan mengatakan, “Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya” (Gal. 6:7). Banyak orang Kristen yang salah memahami pengertian “anugerah” dan “kasih karunia.” Mendengar kata “anugerah” dan “kasih karunia,” asumsinya adalah gratis. Itu saja. Sehingga, peta hidup banyak orang Kristen menjadi rusak karena ‘gratis’ tersebut. Benar, Yesus mati di kayu salib bukan karena perbuatan baik kita. Tidak ada amal, jasa kita yang membuat Allah memberikan Putra Tunggal-Nya. Allah Bapa memberikan Putra Tunggal-Nya, Tuhan Yesus Kristus, menderita bagi kita, memikul dosa-dosa kita bukan karena perbuatan baik kita, melainkan karena kasih Allah. Allah yang berinisiatif melakukan tindakan penyelamatan bagi manusia.
Tetapi, bukan berarti lalu “hukum tabur tuai” bisa digagalkan atau dibatalkan karena kata ‘gratis’ itu. Yesus mati memikul dosa-dosa kita, bahkan dosa seluruh dunia. Baik yang mengenal Dia, maupun yang tidak. Itu fair atau adil. Karena, kita terlahir sebagai orang berdosa, hidup di bawah bayang-bayang maut, juga bukan karena kemauan kita, tapi karena Adam. Adam jatuh dalam dosa, sehingga seluruh keturunannya ikut memikul kesalahannya. Oleh karena sosok satu orang (dalam konteks ini adalah Adam), yang kita tahu atau pun tidak tahu, telah melakukan kesalahan yang membuat anak cucunya harus memikul akibat kesalahan tersebut. Sebaliknya, oleh karena sosok satu orang (dalam konteks ini adalah Yesus), yang kita tahu atau pun tidak tahu, semua dosa kita dipikul oleh Dia.
Tetapi setelah itu manusia tidak otomatis orang masuk surga. Orang-orang yang tidak mendengar Injil harus dihakimi menurut perbuatan mereka. Kalau mereka mengasihi orang lain seperti mengasihi diri sendiri sesuai dengan apa yang dikatakan dalam Matius 22:37-40 mengenai hukum yang terutama itu, mereka bisa masuk dunia yang akan datang sebagai anggota masyarakat. Namun bagi orang percaya, ini yang berat. Mengapa? Karena orang percaya diproyeksikan dimuliakan bersama dengan Yesus, untuk mewarisi Kerajaan Surga dan menerima janji-janji Allah, yang menerimanya bersama-sama dengan Yesus. Tetapi banyak orang Kristen berpikir bahwa yang namanya kasih karunia itu gratis. Setelah gratis, masuk surga juga gratis, menjadi anak Allah juga gratis, dimuliakan bersama dengan Yesus juga gratis. Ini sesat, salah, keliru sekali.
Yesus mati di kayu salib memang gratis. Ingat, semua dosa kita dipikul oleh Dia. Bahkan, semua dosa dunia. Baik seseorang tahu atau pun tidak tahu, dosanya telah dipikul. Sama seperti Adam jatuh dalam dosa. Oleh seorang Adam, baik semua orang yang tahu ataupun yang tidak tahu harus memikul dosa Adam. Tapi tidak otomatis semua masuk surga. Ingat, orang yang di luar Kristen harus menggelar kehidupan yang harus mengasihi sesama seperti diri sendiri, baru boleh masuk dunia yang akan datang. Kalau orang Kristen, lebih berat, yaitu menjadi serupa dengan Yesus. Yesus inilah model manusia yang dikehendaki oleh Allah. Karena gratis tadi, semua serba gratis, tidak ada perjuangan untuk bertumbuh, sempurna seperti Bapa atau serupa dengan Yesus, maka tidak sedikit orang Kristen yang moral dan karakternya sama dengan anak-anak dunia yang tidak mengenal keselamatan dalam Yesus Kristus, bahkan tidak sedikit orang Kristen yang karakternya lebih buruk daripada orang-orang non-Kristen. Padahal, Tuhan Yesus mengatakan kepada kita di Matius 5:20 bahwa hidup keagamaan orang percaya atau kebenaran orang percaya, yang dalam bahasa aslinya dikaiosune yang berarti harus melebihi para ahli Taurat dan orang Farisi.
Para ahli Taurat dan orang Farisi pada jamannya adalah sosok-sosok manusia yang dianggap sebagai rohaniwan yang memiliki standar moral dan karakter lebih dari manusia pada umumnya. Namun Yesus berkata bahwa orang percaya harus melebihi mereka. Berarti orang percaya memiliki standar karakter dan moral lebih dari tokoh-tokoh agama mana pun.