Truth Daily Enlightenment

Setan dalam Politik Agama


Listen Later

Seperti Iblis bisa ada di dalam Taman Eden dan bisa berhadapan langsung dengan manusia yang adalah anak-anak Allah, maka Iblis juga dapat hadir di tengah-tengah kegiatan gereja. Hal ini harus diwaspadai, sebab kegiatan gereja bisa ada dalam pengaruh kuasa gelap ini. Gereja telah menjadi kerajaan manusia—dalam hal ini kerajaan pendeta—dengan segala ambisinya yang terselubung. Dari hal ini, ada yang disebut sebagai “politik agama.” Maksud politik agama adalah upaya dan cara-cara pemimpin gereja dalam mempertahankan kedudukannya, kesetiaan jemaat kepadanya, dan mengumpulkan kekayaan, serta berbagai kegiatan yang pada dasarnya adalah untuk kebesaran pribadinya. Tidak jarang muncul pernyataan-pernyataan dan peraturan-peraturan dalam gereja yang dianggap sejajar dengan Firman Tuhan, yang bertentangan dengan prinsip-prinsip Alkitab. Hal ini ditandai dengan hal-hal sebagai berikut:
Pertama, jemaat harus memberi perpuluhan, persembahan buah sulung, dan berbagai bentuk nama persembahan lainnya. Kalau jemaat tidak memberi, jemaat akan dikutuk dan menjadi miskin atau akan ada belalang pelahap, dan lain sebagainya. Sebaliknya, kalau jemaat memberikan persembahan, maka dijanjikan bahwa Allah akan melipatgandakan berkat yang akan diberikan kepada mereka. Hal ini membangun pengertian bahwa Allah adalah Allah yang yang memberi kalau diberi. Ini semua adalah akal-akalan dari pejabat gereja untuk mengumpulkan kekayaan. Memang gereja membutuhkan uang untuk pelayanan, tetapi hendaknya tidak dengan cara demikian mengimbau jemaat untuk mengembalikan milik Allah. Ini bukan berarti kita tidak setuju dengan adanya perpuluhan. Tetapi, memaksa jemaat untuk memberi perpuluhan dengan ancaman seperti ini merupakan hal yang bertentangan dengan prinsip Alkitab. Sebenarnya, kita diajar untuk memberi segenap hidup.
Kedua, jemaat atau aktivis gereja tidak boleh mengkritik pendeta atau pemimpin jemaat. Karena pendeta harus dipandang lebih dekat dengan Tuhan, lebih mengerti hati Tuhan, dan pendeta tidak bisa bersalah atau sukar bersalah. Pendeta adalah orang istimewa bagi Tuhan, sehingga tidak boleh dikritik. Dikesankan bahwa Tuhan akan marah dan menghukum mereka yang berani mengkritik pendeta. Dengan pernyataan ini, bukan berarti kita setuju pendeta “dinilai” atau “diusik,” tetapi kita harus mengerti bahwa pendeta bukan Tuhan, apalagi keluarganya, bukanlah Tuhan. Kritik atau saran adalah bahasa kasih yang dapat meluruskan kesalahan. Tentu menyampaikan kritik di depan, bukannya di belakang. Kalau menyampaikan kritik di belakang, berarti anak gelap. Pendeta dan keluarganya adalah biji mata Tuhan, tetapi semua kita juga adalah biji mata Tuhan (Mzm. 17:8).
Ketiga, penyesatan Iblis dalam gereja juga menciptakan strata. Dikesankan bahwa yang menjadi aktivis gereja, apalagi yang ditunjuk oleh pendeta adalah “manusia khusus” yang lebih istimewa, padahal Alkitab mengatakan bahwa semua kita adalah umat pilihan Tuhan yang memiliki panggilan yang sama untuk keluar dari dunia ini ke dalam terang-Nya yang ajaib (1Ptr. 2:9). Namun demikian, harus diperhatikan bahwa hendaknya seorang yang tidak pantas berbicara, tidak berbicara, karena pada akhirnya akan merusak pelayanan seorang pendeta. Ada orang-orang yang sebenarnya masih “belum pantas” mengkritisi seorang hamba Tuhan tapi mencoba memberi kritik dan masukan. Orang-orang seperti ini juga harus tahu diri.
Keempat, pengaruh kuasa gelap dalam gereja tampak dalam hal dimana pelayanan berorientasi pada keuntungan uang atau materi. Hanya orang-orang beruang yang dianggap “layak melayani Tuhan” dan mereka adalah pasukan terdepan dalam gereja, untuk membantu pendeta atau pemimpin jemaat. Di sini terjadi pengandalan kekuatan manusia. Orang yang “beruang” disejajarkan atau dianggap “orang bijaksana” yang layak bersuara dalam gereja. Dalam gereja-gereja seperti ini, hamba-hamba Tuhannya bisa dibeli oleh orang-orang kaya, sehingga hamba-hamba Tuhan tersebut pasti tidak pernah menjadi jurubicara Allah yang menya...
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Truth Daily EnlightenmentBy Erastus Sabdono

  • 5
  • 5
  • 5
  • 5
  • 5

5

3 ratings