Pertama-tama, Yesus berdoa agar tercipta persatuan di antara umat manusia: “Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita” [Yoh 17:11b].
Paus Fransiskus, dalam Seruan Apostoliknya, Gaudete et Exultate [art. 19], menekankan bahwa “Seorang Kristiani, tidak dapat menghayati misi pewartaannya di dunia ini jika tidak melalui jalan kekudusan, karena ‘hal ini merupakan Kehendak Allah, pengudusanmu.” [1 Tes 4:3]. Dan, “Kepenuhan kekudusan itu hanya dapat dimengerti di dalam Kristus” [GE 20].