MAGNIFIED YOUR WORD
Mazmur 138:2 (TB) Aku hendak sujud ke arah bait-Mu yang kudus dan memuji nama-Mu, oleh karena kasih-Mu dan oleh karena setia-Mu; sebab Kaubuat nama-Mu dan janji-Mu melebihi segala sesuatu.
Psalm 138:2 (New King James Version) 2 I will worship toward Your holy temple, And praise Your name. For Your lovingkindness and Your truth; For You have magnified Your word above all Your name. (Aku akan menyembah ke arah bait suci-Mu, dan memuji nama-Mu. Karena kebaikan hati-Mu dan kebenaran-Mu; Karena Engkau mengagungkan firman-Mu di atas seluruh nama-Mu).
Pemazmur mengatakan dalam mazmurnya suatu kalimat yang menarik: Tuhan meninggikan atau menggaggungkan Firman-Nya di atas Nama-Nya. Padahal menurut Hukum Taurat nama Tuhan itu begitu sakral. Keluaran 20:7 (TB) Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan, sebab TUHAN akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan.
Jadi kesimpulannya, Firman itu begitu sakral dan penting. Itulah sebabnya kita harus mempelajarinya dan mengambil manfaat bagi hidup kekal kita. Mazmur 119:7, 71, 73 (TB) 7 Aku akan bersyukur kepada-Mu dengan hati jujur, apabila aku belajar hukum-hukum-Mu yang adil. 71 Bahwa aku tertindas itu baik bagiku, supaya aku belajar ketetapan-ketetapan-Mu. 73 Tangan-Mu telah menjadikan aku dan membentuk aku, berilah aku pengertian, supaya aku dapat belajar perintah-perintah-Mu.
Pemazmur bukan saja bertekad mempelajari Hukum-Hukum Tuhan atau Firman-Nya tetapi menyimpannya dalam hatinya, merenungkannya dan bersumpah untuk melakukannya. Mazmur 119:11 (TB) Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau. Mazmur 1:2 (TB) tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.
Mazmur 119:102, 105-106 (TB) 102 Aku tidak menyimpang dari hukum-hukum-Mu, sebab Engkaulah yang mengajar aku. 105 Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku. 106 Aku telah bersumpah dan aku akan menepatinya, untuk berpegang pada hukum-hukum-Mu yang adil.
Ternyata rasul Yakobus pun memahami konsep dan prinsip seperti sang pemazmur miliki makanya dia menulis suratnya sbb:
Yakobus 1:25 (TB) Tetapi barangsiapa meneliti hukum yang sempurna, yaitu hukum yang memerdekakan orang, dan ia bertekun di dalamnya, jadi bukan hanya mendengar untuk melupakannya, tetapi sungguh-sungguh melakukannya, ia akan berbahagia oleh perbuatannya.
Kita menjadi orang yang berbahagia karena melakukan Firman-Nya, itulah sebabnya kita harus bersyukur seperti pemazmur. Mazmur 119:7 (TB) Aku akan bersyukur kepada-Mu dengan hati jujur, apabila aku belajar hukum-hukum-Mu yang adil. (CS)