Truth Daily Enlightenment

Simple, Tapi Mustahil


Listen Later

Kekristenan sebenarnya simple, tetapi sangat sukar. Bahkan kalau jujur, bisa dikatakan mustahil. Kenapa mustahil? Sebab, kekristenan berarti mengenakan hidup Yesus. Yesus adalah manusia sejati yang luar biasa, yang mendapat predikat “berkenan di hadapan Allah.” Menjadi orang Kristen itu berani masuk kemustahilan. Pertanyaannya, “kalau mustahil begini, mengapa jadi Kristen?” Tetapi inilah indahnya kekristenan, karena ada kasih karunia di dalamnya. Anugerah-Nya di kayu salib membenarkan kita. Tidak ada keselamatan di luar Kristus. Ini harga mati, bahwa di bawah kolong langit ini tidak ada nama yang diberikan manusia, yang di dalamnya manusia beroleh keselamatan. Itu dikatakan dalam Kisah Para Rasul 4:12, “Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.” Inilah kasih karunia dan anugerah itu.
Kalau Yesus tidak mati di kayu salib, semua manusia tanpa hambatan, tanpa diperhitungkan dan dipertimbangkan, meluncur ke neraka. Tetapi dengan adanya salib, kita dibenarkan; kita dianggap benar. Kita dibawa kepada Bapa di surga dan diterima sebagai anak. Tetapi, keadaan kita belum benar. Bapa melihat darah Yesus yang membungkus kita. Keseriusan Allah mengangkat kita sebagai anak, ditandai dengan memberikan meterai Roh Kudus. Roh Kudus inilah yang menuntun kita kepada seluruh kebenaran. Tanpa Roh Kudus, kita tidak akan mengenal kebenaran; dan tanpa kebenaran, kita tidak bisa dimerdekakan. Dalam Yohanes 8:31-32 firman Tuhan mengatakan, “Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.” Kemerdekaan ini adalah kemerdekaan dari kodrat dosa. Perubahan ini tidak bisa terjadi atau berlangsung tanpa Roh Kudus yang memimpin kita kepada seluruh kebenaran. Dan perubahan itu bisa lebih permanen melalui peristiwa-peristiwa hidup yang kita alami, agar serupa dengan Yesus (Rm. 8:28). Yang mustahil menjadi tidak mustahil, kalau ada kasih karunia.
Penggarapan Allah untuk perubahan kodrat tidak bisa terjadi atau berlangsung secara otomatis yang dikerjakan oleh satu pihak. Hal itu bisa terjadi atau berlangsung kalau ada kerja sama dua pihak: pihak Allah yang memberikan fasilitas pembaharuan—yaitu penebusan, Roh Kudus, Injil, dan penggarapan Allah—dan pihak kita, yaitu menyambut atau merespons penggarapan Allah tersebut. Bagaimana yang mustahil ini menjadi tidak mustahil? Jawabnya adalah kalau kita memiliki keberanian untuk menyerahkan segenap hidup kita bagi Dia. Dalam hidup ini, tujuan hidup kita satu-satunya adalah mengenakan kodrat ilahi. Percaya yang benar menghasilkan perubahan dari kodrat dosa ke kodrat ilahi. Dan untuk perubahan itu, seseorang tidak boleh terikat dengan dunia. Bagian Allah menyediakan anugerah, bagian kita meresponi anugerah dengan benar.
Kita yang harus nekat dan berani untuk memutuskan hubungan kita dengan dunia. Seperti kalau kita menyukai satu jenis makanan, lalu kita mau mengubah pola makan kita. Kita merubah selera makan kita terhadap jenis makanan tersebut. Tekad tersebut harus dari diri kita sendiri. Itu namanya respons. Meninggalkan dunia bukan hal yang mudah, sebab kita sudah terbelenggu dengan berbagai keinginan dunia. Selera kita sudah tersandera oleh kenikmatan kesenangan dunia. Untuk itu kita harus berani berkata tegas “tidak.” Itu bagian kita, dan kalau kita berani melakukannya, kita bisa diproses Tuhan atau diubah Tuhan.
Tuhan berkata, “kalau kamu tidak melepaskan dirimu dari segala milikmu, kamu tak dapat jadi murid-Ku (Luk. 14:33). Kamu harus menanggalkan beban dan dosa, baru boleh atau baru bisa ikut perlombaan yang diwajibkan.” Selama kita belum melepaskan keterikatan kita dengan percintaan dunia, sampai kita mati, kita menjadi orang Kristen yang tidak mengalami perubahan kodrat. Sampai titik tertentu benar-benar mustahil,
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Truth Daily EnlightenmentBy Erastus Sabdono

  • 5
  • 5
  • 5
  • 5
  • 5

5

3 ratings