
Sign up to save your podcasts
Or


Hening tak pernah benar-benar sunyi. Di sanalah kenangan hidup, rindu tumbuh, dan kehilangan berbicara tanpa suara.
Episode ini adalah surat bagi seorang sahabat—bukan obituari, tapi penghormatan. Tentang tawa yang tinggal dalam ingatan, tentang satu kursi kosong di meja pertemanan, tentang bagaimana kehilangan kecil bisa jadi lubang besar dalam hidup yang terus berjalan.
Dalam ruang sunyi, kami mengenang.
Bukan untuk meratap, tapi untuk memastikan bahwa ia tetap ada—dalam cerita yang kami jaga, dalam langkah yang kami bawa.
pada episode ini terinspirasi dari lagu Bondan Prakoso, Fade2Black
🎙️ Rhyme in peace, kawan.
Ada yang tak pernah kita miliki, tapi tetap kita cintai seolah-olah.
Ada rindu yang tak pernah selesai, hanya berganti bentuk.
Episode ini adalah sepucuk surat untuk kehilangan yang tak pernah benar-benar pergi.
pernah gak sih ngerasain kehilangan? entah kehilangan momen, seseorang, atau apa pun itu?
ada sebuah tepi dalam lara yang saat merasakan kehilangan ada sepi, bahkan hampa terasa. kayaknya butuh waktu untuk memproses untuk semua.
yuk, kita cerita bersama tentang momen kehilangan yang pernah terjadi dalam hidup.
bagaimana bisa kamu hadir kembali? meruntuhkan setiap usaha untuk dapat beranjak darimu.
bagaimana bisa seseorang memilih jatuh cinta kepada seseorang? mengapa hati harus luruh hanya kepadamu saja, karena kamu adalah ketidakmungkinan yang selalu aku perjuangkan.
akan tentang perjalanan dalam hening dan sunyi, akan setiap luka yang semakin lama semakin membiru.
dear trauma, you can leave me now!
ada titik-titik di ujung doa...
doa yang berisi cerita tentang kerinduan...
yang diisi dengan namamu, nama lengkapmu...
bagaimana setahun ini? menyenangkan?
pernah enggak sih ngerasain yang namanya dibandingin segala pencapaian duniawi? dengan segala pertanyaan yang kadang bikin bingung untuk jawabnya.
From the publisher's feed