Kata yang ku rasa akan membentuk kita, tersisihkan oleh samudera,
Aku, menggenang di antara batu-batu karang yang menukik tajam,
siap melumpuhkanku hingga karam,
Sukmaku melata di atas pasir-pasir pantai,
menggenggam rantai yang terikat pada kapal besar itu,
Kapal itu berlabuh di teluk tak bernama, lalu pergi menyeretku ke laut lepas,
Dirimu hanya menatapiku dari bibir pantai,
membawa jala yang menarik sukma dari dasar samudera,
Kehampaanku menggeret kecewa sebagai pelampungnya,
Dengan pita suara, kau memanggilku untuk mendekat,
sedang di tanganmu ada laut penuh ikan yang siap kau santap,
Menyerah atas kita ialah pilihanmu.