
Sign up to save your podcasts
Or


Di episode ini, kita memahami dasar etnografi secara abstrak dan praktis. Kita mulai dari pengertiannya, metodologinya, lalu diakhiri dengan membedakan etnografi dari metode yang bukan etnografi. Referensi bisa dicek di Instagram @sosiallogi.
Kadang ada mahasiswa yang terburu-buru menentukan metodologi dan metode tanpa pertimbangan yang matang. Alhasil, riset yang dia kerjakan terkesan memaksakan topiknya untuk sesuai dengan metode terpilih. Sebenarnya gimana sih caranya memilih metode agar sesuai dengan penelitiannya? Dan ada metode apa saja yang bisa digunakan? Episode kali ini membahas hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam mempelajari dan memilih metode penelitian.
Lewis Alfred Coser, nama yang lazim kita dengar saat membaca teori sosial modern. Tapi, tahukah kamu, Coser sebenarnya tidak pas disebut sebagai sosiolog konflik karena dia tidak pernah loyal pada satu kerangka teoritik apapun di sosiologi. Mungkin kamu bertanya-tanya, lho kok gitu? Mari kita mundur ke masa mudanya.
Sumber:
Coser, Lewis A., (1993), 'A Sociologist's Atypical Life', Annu. Rev. Sociol., 19: 1-16.
Anggap aja mumpung masih mahasiswa sarjana, inilah momen kamu buat eksperimen, coba-coba sana sini melakukan riset berkali-kali biar matang nanti pas pascasarjana. Tapi sebelum ke sana, kamu perlu persiapkan dirimu. Paling tidak, kamu harus paham sama etika dan fokus studi. Episode pertama dalam musim dua akan membahas informasi dasar penelitian, etika selain plagiarisme, pentingnya fokus studi dan langkah-langkah menemukannya.
Referensi:
Wentz, Elizabeth A. (2017). How to Design, Write, and Present a Successful Dissertation Proposal. 55 City Road: SAGE Publication.
Cerita dari kawan dan pengalaman pribadi
Ketika sosiolog Indonesia dibayangkan sebagai seorang aktivis paruh-waktu, sosiolog Amerika dibayangkan sebagai seorang ilmuwan murni. Sampai di sini mungkin kamu bertanya-tanya, kok beda sih? Lalu bekerja sebagai sosiolog itu sebenarnya yang gimana?
Di episode terakhir di season ini, kita berkenalan dengan ide Michael Burawoy tentang pembagian kerja di sosiologi.
Teori biasanya dipahami sebagai abstraksi pengetahuan yang memungkinkan kita untuk menjelaskan dan memprediksi suatu fenomena. Sedangkan teoritisi adalah orang yang berkontribusi pada pembuatan teori. Sayangnya, istilah teori dan teoritisi semacam ini tidak digunakan secara konsisten di sosiologi. Di episode ini, kita berkenalan dengan pemikiran analitik di sosiologi, pemikiran yang merespon isu teori sosial dan sosiologi.
Munculnya kapitalisme, sosialisme, revolusi di Eropa Barat adalah diantara contoh dari topik kajian sosiologi historis. Begitu pula dengan fenomena revolusi yang ada di awal abad ke-21. Di episode ini, kita berkenalan dengan kerja sama antara sosiologi dan ilmu sejarah.
From the publisher's feed