Janda Sarfat mempraktikkan risky hospitality (hospitalitas yang penuh risiko), sementara janda miskin dalam Injil Markus mempraktikkan risky spirituality (spiritualitas yang penuh risiko). Keduanya tindakan tersebut sama-sama menunjukkan kualitas iman dari sang pelaku. Kualitas iman inilah yang melahirkan spirit of giving. Dalam spirit of giving inilah, karya Allah dinyatakan. Allah memelihara Elia melalui janda miskin di Sarfat. Yesus memberikan pelajaran yang berharga bagi para murid melalui spiritualitas yang ditampakkan sang janda. Bagaimana dengan anda?