
Sign up to save your podcasts
Or


Rasa malu dibentuk oleh norma-norma sosial-budaya. Bagaimana seorang queer dapat melawan rasa malu yang ditanamkan masyarakat pada identitas gender dan seksualnya?
Tak semua orang pernah kuliah di luar negeri, bisa berbahasa Inggris, dan tahu kepanjangan LGBTIQA+.
Membaca dan menemukan makna alternatif adalah sesuatu yang 'queer'.
Ketakutan terhadap seksualitas kita sendiri beroperasi seperti seorang snipper yang mengintai dari dalam kepala kita sendiri.
Lagi-lagi tentang betapa terbatasnya bahasa kita untuk memahami seksualitas.
Untuk "Semua Terserah Gue", seseorang harus punya kemapanan ekonomi.
Pergulatan intelektual ternyata menyiksa emosi, dan seringkali membuat kita kehilangan jalan pulang.
Menghidupkan kembali Bahasa Binan sebagai kekayaan khasanah Bahasa Indonesia
From the publisher's feed