Fluent Fiction - Indonesian:
Stormy Skies and Unyielding Spirit: Ayu's Inspiring Stand Find the full episode transcript, vocabulary words, and more:
fluentfiction.com/id/episode/2025-10-23-07-38-19-id
Story Transcript:
Id: Langit Jakarta pagi itu tampak gelap, seolah-olah meramalkan sesuatu yang akan datang.
En: The skies over Jakarta that morning appeared dark, as if predicting something was about to happen.
Id: Di SMA Tunas Bangsa, siswa-siswi sibuk berlarian mengenakan jas hujan, mencoba menahan guyuran air hujan deras yang turun sejak malam sebelumnya.
En: At SMA Tunas Bangsa, students were busy running around in raincoats, trying to shield themselves from the heavy rain that had poured since the previous night.
Id: Suara gemuruh air dan angin memenuhi udara, menambah suasana cemas.
En: The sound of rushing water and wind filled the air, adding to the anxious atmosphere.
Id: Di tengah keramaian itu, Ayu berdiri di depan lokernya.
En: Amidst the crowd, Ayu stood in front of her locker.
Id: Dia membuka tasnya, memeriksa buku-buku pelajaran yang harus dia pelajari untuk ujian akhir.
En: She opened her bag, checking the textbooks she needed to study for the final exam.
Id: Ujian ini sangat penting baginya karena dia bertekad untuk mendapatkan beasiswa dan membuat keluarganya bangga.
En: This exam was crucial for her because she was determined to earn a scholarship and make her family proud.
Id: "Bagaimana, Ayu? Sudah siap untuk ujian?" suara Damar menembus keriuhan,
En: "How about it, Ayu? Ready for the exam?" Damar's voice cut through the chaos.
Id: sahabat setianya itu berdiri di sebelahnya, sedikit basah.
En: Her loyal friend stood beside her, slightly wet.
Id: Ayu hanya tersenyum tipis, "Ya, Damar. Tapi aku khawatir dengan cuaca ini."
En: Ayu just gave a faint smile, "Yes, Damar. But I'm worried about this weather."
Id: Tiba-tiba, seseorang berlari dari ruang guru.
En: Suddenly, someone came running from the teacher's room.
Id: "Perhatian semua! Beberapa ruangan kelas terendam air. Ujian untuk sementara ditunda!" suara Bu Maya, salah satu guru, menggema di koridor.
En: "Attention everyone! Some of the classrooms are flooded. The exam is temporarily postponed!" Bu Maya's voice, one of the teachers, echoed down the corridor.
Id: Semua anak-anak terdiam sejenak, lalu mulai ribut lagi.
En: All the students paused for a moment, then started to clamor again.
Id: Kekacauan semakin nyata.
En: The chaos became more evident.
Id: Banyak siswa panik, bingung harus berbuat apa.
En: Many students panicked, unsure of what to do.
Id: Sementara yang lain bingung, Ayu berpikir cepat.
En: While others were confused, Ayu thought quickly.
Id: Dia merasa harus melakukan sesuatu.
En: She felt she needed to do something.
Id: Ketakutan akan tertundanya ujian memang ada, tetapi keinginannya untuk membantu lebih besar.
En: The fear of the exam being postponed was present, but her desire to help was greater.
Id: Mata Ayu bertemu dengan Damar dan beberapa teman lainnya, "Kita harus berbuat sesuatu!" katanya penuh semangat.
En: Ayu's eyes met with Damar and a few other friends, "We have to do something!" she said enthusiastically.
Id: "Mari kita bantu sebisa mungkin."
En: "Let's help as best as we can."
Id: Dengan Damar di sisinya, Ayu mulai mengorganisir kelompok siswa yang mau membantu.
En: With Damar at her side, Ayu began organizing a group of students willing to help.
Id: Mereka mulai memandu siswa lain menuju area yang lebih aman, sementara yang lain mencoba membendung aliran air yang masuk ke ruangan kelas.
En: They started guiding other students to safer areas, while others tried to block the water flow entering the classrooms.
Id: Saat hujan terus turun, Ayu dan teman-temannya tak henti bergerak.
En: As the rain continued to fall, Ayu and her friends didn't stop moving.
Id: Mereka tak peduli akan basah atau lelah.
En: They didn't care about getting wet or tired.
Id: Yang penting, memastikan semua orang aman.
En: What mattered was ensuring everyone's safety.
Id: Ketika hujan mereda, Ayu dan teman-temannya mendapat penghargaan dari pihak sekolah.
En: When the rain subsided, Ayu and her friends received recognition from the school.
Id: Ayu terkejut ketika Bu Maya menyatakan ia akan mendapatkan kesempatan istimewa untuk diwawancara beasiswa.
En: Ayu was surprised when Bu Maya announced that she would have a special opportunity for a scholarship interview.
Id: Pihak sekolah melihat potensi kepemimpinan dan dedikasinya yang luar biasa pada hari itu.
En: The school recognized her extraordinary leadership and dedication on that day.
Id: Di saat itu, Ayu menyadari sesuatu yang penting.
En: At that moment, Ayu realized something important.
Id: Bukan hanya nilai ujian yang menentukan, tetapi juga keuletan dan kepemimpinan.
En: It wasn't just exam scores that mattered, but also resilience and leadership.
Id: Dia tersenyum, merasakan kepercayaan diri yang baru.
En: She smiled, feeling a newfound confidence.
Id: Dengan demikian, di bawah langit Jakarta yang masih berawan, Ayu belajar bahwa terkadang, tindakan kebaikan memiliki dampak yang lebih besar dari yang dia bayangkan.
En: Thus, under the still cloudy Jakarta sky, Ayu learned that sometimes, acts of kindness have a bigger impact than she imagined.
Id: Ujian ke depan, baik akademis maupun kehidupan, akan dihadapinya dengan semangat dan keberanian yang baru.
En: Future challenges, both academic and in life, would be faced with renewed spirit and courage.
Vocabulary Words:
- skies: langit
- predicting: meramalkan
- shield: menahan
- poured: turun
- rushing: gemuruh
- anxious: cemas
- amidst: di tengah
- crucial: sangat penting
- determined: bertekad
- chaos: keriuhan
- faint: tipis
- postponed: ditunda
- clamor: ribut
- evident: nyata
- confused: bingung
- prompt: cepat
- enthusiastically: penuh semangat
- organizing: mengorganisir
- safer: lebih aman
- subsided: mereda
- recognition: penghargaan
- opportunity: kesempatan
- resilience: keuletan
- impact: dampak
- renewed: yang baru
- courage: keberanian
- flooded: terendam
- loyal: setia
- guiding: memandu
- dedication: dedikasi