Jangan merasa kamu yang paling bahagia, kamu yang paling menderita. Hidup itu sawang sinawang. Bagaimana caramu memandang dan menyikapi kehidupan. Apa yang kamu lihat menyenangkan, belum tentu itu menyenangkan. Apa yang kamu lihat menyedihkan, belum tentu itu menyedihkan.
Jaga dirimu, karena sekarang semua tentangmu bukan urusanku. Aku pergi dulu ya. Setidaknya sampai aku berhasil menghapuskan perasaan yang dari awal memang tidak seharusnya ada.
Sebab jika sudah berbicara menerima apa adanya, apapun kekurangan yang dimiliki pasangan, mutlak harus kita terima, dan kita lengkapi dengan sekuat yang kita bisa, dengan semampu yang kita punya.
Selamat datang di duniaku. Ini menjadi ucapan yang sebenarnya terlambat untuk saya ucapkan kepadanya. Harusnya ucapan ini saya katakan pada fase pengenalan.
Karena dengan pertemuan kita yang sederhana, itu akan membuat kita harus bisa untuk terus menciptakan cerita yang indah, bersama-sama, dengan dua tangan yang akan saling menggenggam, dengan pelukan yang akan selalu menghangatkan.