Menjadi Upāsaka-Upāsikā Permata #1
Memiliki keyakinan terhadap Ajaran Sang Buddha (saddhā)
Menjalankan tata kebiasaan yang baik (sīla)
Tidak percaya pada hukum berkah sensasional; percaya pada hukum perbuatan (kamma)
Tidak mencari ladang kebajikan di luar Buddhasāsana
Melakukan kebaikan-kebaikan awal (Pubbakāraṃ karoti)Upāsaka-Upāsikā yang menjalani kehidupannya dengan hal-hal tersebut di atas Sang Buddha puji sebagai Upāsaka-Upāsikā Permata, ia juga laksana Pundarika, yaitu orang yang bak teratai putih, cerlang dan indah karena kebaikan-kebaikannya sendiri.