
Sign up to save your podcasts
Or


BERTAMBAH TUA DAN BERTAMBAH BAIK
Pada tahun 1968 seorang ilmuwan menemukan
Mungkin Anda telah menjadi seorang Kristen
‘Orang benar akan bertunas seperti pohon
Tahukah Anda bahwa pohon palem menghasilkan
Anda mungkin membutuhkan kaca mata dan
Edisi: Rabu, 19 Juli 2023
Sumber: Buku Renungan Hari Ini
PROGRAM RENUNGAN BERSAMA PDT. PAULUS WIRATNO
ON AIR SETIAP HARI SENIN - MINGGU, PUKUL 05.00 WIB
STREAMING : WWW.SUARAGRATIAFM.COM/STREAMING
SELAMAT MENDENGARKAN, TUHAN YESUS MEMBERKATI
PROGRAM RENUNGAN BERSAMA PDT. PAULUS WIRATNO
ON AIR SETIAP HARI SENIN - MINGGU, PUKUL 05.00 WIB
STREAMING : WWW.SUARAGRATIAFM.COM/STREAMING
SELAMAT MENDENGARKAN, TUHAN YESUS MEMBERKATI
PROGRAM FIRMAN TUHAN
STREAMING : WWW.SUARAGRATIAFM.COM/STREAMING
SELAMAT MENDENGARKAN, TUHAN YESUS MEMBERKATI
PROGRAM FIRMAN TUHAN
STREAMING : WWW.SUARAGRATIAFM.COM/STREAMING
SELAMAT MENDENGARKAN, TUHAN YESUS MEMBERKATI
PROGRAM FIRMAN TUHAN
STREAMING : WWW.SUARAGRATIAFM.COM/STREAMING
SELAMAT MENDENGARKAN, TUHAN YESUS MEMBERKATI
PROGRAM FIRMAN TUHAN
STREAMING : WWW.SUARAGRATIAFM.COM/STREAMING
SELAMAT MENDENGARKAN, TUHAN YESUS MEMBERKATI
Pernahkah Anda mendengar tentang titik stress? Itu adalah titik peka terhadap sedikit tekanan pada tangan Anda. Saat adrenalin berubah dalam tubuh Anda, titik-titik itu berubah warna dan menunjukan jika Anda sedang stress.
Bukankah lebih bagus jika kita memiliki lampu peringatan kecil dalam diri yang memberitahu kita setiap kali fokus kita menyimpang dari Tuhan? Atau jika kita memiliki bunyi kecil atau lampu sinyal yang memperingatkan kita bahwa kita tidak selaras dengan Tuhan? Kita melakukannya! Ini dikenal sebagai ketegangan.
Menjadi tegang adalah indikasi yang pasti bahwa kita telah mengalihkan pandangan kita dari Tuhan dan mengarahkannya pada keadaan. Kita menatap masalah daripada solusi. Dan ketika kita melakukannya, kita akan menjadi tegang.
Ketika anda memikirkannya, stress bisa menjadi cara Tuhan untuk mengatakan, ‘Tetapkan fokusmu: lihatlah kepada-Ku.’ Alkitab berkata, ‘yang hatinya teguh Kau jagai dengan damai sejahtera, sebab epada-Mulah ia percaya.’ Anda memiliki pilihan untuk fokus pada masalah Anda atau fokus pada Dia yang memegang solusi.
Corrie ten Boom (terkenal karena membantu orang-orang Yahudi melarikan diri dari Nazi di PD 2) menulis: ‘semakin gelap malam di sekitar kita, semakin terang, lebih benar dan lebih indah membaca Firman Tuhan. Jika Anda melihat kedalam, Anda akan tertekan. Tetapi jika Anda melihat Tuhan, anda akan tenang.’
Apa yang Anda fokuskan itulah yang menentukan jumlah kedamaian anda. Jadi ketika masalah datang, fokuslah pada hadirat Tuhan; Dia bersama Anda, dan Dia telah berjanji bahwa Dia tidak akan pernah meninggalkan Anda (Ibrani 13:5).
Pernahkah Anda bertanya-tanya bagaimana beberapa orang dapat mencapai begitu banyak? Cobalah percepat ke akhir dari hidup Anda. Apa yang diperlukan untuk dapat membuat Anda berkata, 'Saya menjalani kehidupan yang produktif. Saya telah menyelesaikan apa yang saya mulai.’ Apa yang Anda anggap sebagai kehidupan yang produktif? Yang Lebih penting lagi, apakah Anda tahu definisi hidup yang produktif menurut Tuhan? Mari kita tinjau apa artinya menjadi orang Kristen yang berbuah.
Kata 'buah' muncul 66 kali dalam Perjanjian Baru. Tiga jenis buah yang berbeda disebut:
1. Buah yang kita makan—buah ara dan anggur;
2. Buah biologis—anak-anak kita;
3. Buah rohani—karakter seperti Kristus.
Alkitab mendefinisikan buah rohani ini sebagai Sembilan hal ini: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri (Galatia 5:22-23). Sekarang Anda tahu jenis buah yang Tuhan ingin hasilkan dalam hidup Anda. Begitulah Tuhan mendefinisikan kehidupan yang produktif.
Yesus berkata, ‘Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku.’ (Yohanes 15:8) Bukti bahwa Anda adalah murid Yesus adalah bahwa Anda menghasilkan buah rohani. Mungkin Anda adalah 'pengawas buah' yang baik dalam hal menguji kehidupan orang lain. Tetapi jenis buah apa yang tumbuh dalam hidup Anda sendiri? Apakah Anda tumbuh lebih duniawi atau lebih serupa Kristus?
Untuk mengetahui seberapa bermanfaat Anda, periksalah apa yang tumbuh dalam hidup Anda. Jika Anda menyukai apa yang Anda lihat, terus lakukan apa yang Anda lakukan. Jika tidak, berlututlah dan berdoa, 'Bapa, bantu aku menghasilkan buah yang memuliakan-Mu.'
Edisi : Minggu 16 Juli 2023
Sumber : Buku Renungan Hari ini
Ketika seseorang mengecewakan atau membuat Anda kesal, apa yang Anda lakukan? Mengambil senjata utama Anda dan bereaksi? Apakah Anda mengatakan, 'Anda membuat saya sangat marah!'? Ketika Anda mengatakan hal itu, Anda mengakui bahwa orang lain mengendalikan emosi Anda. Anda mengakui bahwa Anda telah memberi orang tersebut kekuatan untuk menentukan perasaan dan reaksi Anda. Tak seorangpun yang bisa mengambil kendali dari Anda— Andalah yang memberikannya begitu Anda mulai bereaksi!
Alkitab berkata, ‘Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!’ (Roma 12:21) Membalas adalah bereaksi. Tetapi memaafkan adalah bertindak. Katanya, 'Saya memilih cara saya merespons.' Apakah orang lain mengendalikan keadaan emosional Anda? Apakah Anda mengandalkan mereka untuk dapat bahagia atau membiarkan mereka menjerumuskan Anda kedalam kekhawatiran, ketakutan, atau kemarahan?
‘Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota.’ (Amsal 16:32) Orang yang bisa mengendalikan suasana hati dan reaksinya lebih kuat dari kota bertembok. Tetapi seseorang yang tidak dapat mengendalikan jiwanya sendiri tidak berdaya, seperti kota tanpa tembok di sekelilingnya, orang tersebut berada di bawah kekuasaan apa saja yang ingin dilakukan orang lain terhadap mereka.
Kekuatan ditemukan dalam kelemahlembutan, dan kelemahlembutan memiliki kemampuan untuk menangani luka tanpa membalas; kelemahlembutan dapat menahan pukulan tanpa perlu menyerang balik. Yesus menyebutnya ‘berilah juga kepadanya pipi kirimu’ (Matius 5:39). Anda berkata, 'Itu tidak mudah dilakukan.' Tidak; terkadang hampir tidak mungkin. Anda berkata, 'Menanggapi dengan cara seperti itu tidak biasa.' Anda benar, hal itu memang adikodrati; itulah buah Roh (Galatia 5:22-23).
Anda membutuhkan kuasa Tuhan untuk hidup seperti ini.
Edisi: Sabtu, 15 Juli 2023
Sumber: Buku Renungan Hari Ini
From the publisher's feed