
Sign up to save your podcasts
Or


Ketika Anda merasa tidak nyaman dengan diri sendiri, Anda hidup dengan rasa tidak aman. Anda terus mencari pengakuan orang lain, dan ketika Anda tidak mendapatkannya, rasa berharga Anda menyusut. Akibatnya, Anda dapat menghabiskan hidup jauh dari potensi yang diberikan Tuhan. Anda tidak dapat memungkiri keberaradaan Anda sendiri, sampai Anda belajar menerima diri sendiri berdasarkan fakta bahwa Tuhan mengasihi dan menerima Anda apa adanya, maka Anda akan selalu berhadapaan dengan rasa tidak aman.
Berhentilah dan pikirkan tentang terakhir kali Anda berada di dekat seseorang yang tidak terlalu Anda sukai. Bagaimana rasanya? Tidak nyaman, kan? Baik atau buruk, kita memproyeksikan kepada orang lain pikiran dan perasaan yang kita miliki tentang diri kita sendiri. Jadi, jika Anda ingin orang berpikir baik tentang Anda, Anda harus memiliki pendapat yang baik tentang diri Anda sendiri—yang didasarkan pada Firman Tuhan. Sekarang, Alkitab memperingatkan tentang memiliki pendapat yang berlebihan tentang diri sendiri—tetapi jangan sampai ke ekstrem yang lain. Hidup dalam penolakan diri yang terus-menerus adalah undangan terbuka kepada Setan, yang menurut Alkitab seperti singa yang mengaum-aum yang pergi mencari seseorang untuk ditelannya (1 Petrus 5:8).
Anda berkata, 'Tetapi bukankah Paulus menulis? “Sebab aku tahu, bahwa di dalam aku, yaitu di dalam aku sebagai manusia, tidak ada sesuatu yang baik. Sebab kehendak memang ada di dalam aku, tetapi bukan hal berbuat apa yang baik”?’ (Roma 7:18) Ya, tapi itu berarti kebaikan yang terjadi adalah bukti bahwa Tuhan sedang bekerja dalam hidup Anda.
Alkitab mengatakan, ‘Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami.’ (2 Korintus 4:7) Hari ini, alih-alih berfokus pada kekurangan [kesalahan] dan perasaan buruk Anda, kenali 'harta' hadirat, kuasa, dan potensi Tuhan yang hidup di dalam diri Anda.
Sumber : Buku Renungan Hari Ini
Edisi : Rabu, 24 Mei 2023
PROGRAM FIRMAN TUHAN
STREAMING : WWW.SUARAGRATIAFM.COM/STREAMING
SELAMAT MENDENGARKAN, TUHAN YESUS MEMBERKATI
PROGRAM FIRMAN TUHAN DARI GPIB GETSEMANI
STREAMING : WWW.SUARAGRATIAFM.COM/STREAMING
SELAMAT MENDENGARKAN, TUHAN YESUS MEMBERKATI
SELAMAT MENDENGARKAN, TUHAN YESUS MEMBERKATI
Untuk membuat kesan pertama yang baik, kita didorong untuk 'berpenambilan menarik'. Tapi sebagai anak Tuhan yang ditebus, perhatian pertama Anda seharusnya bukan bagaimana Anda dipandang orang lain, tapi Tuhan. Sama seperti cermin yang mencerminkan penampilan fisik Anda sehingga Anda dapat membuat penyesuaian, Alkitab mengungkapkan kondisi rohani Anda dan memberi tahu Anda apa yang harus dilakukan.
Yakobus menulis: ‘Sebab jika seorang hanya mendengar firman saja dan tidak melakukannya, ia adalah seumpama seorang yang sedang mengamat-amati mukanya yang sebenarnya di depan cermin. Baru saja ia memandang dirinya, ia sudah pergi atau ia segera lupa bagaimana rupanya. Tetapi barangsiapa meneliti hukum yang sempurna, yaitu hukum yang memerdekakan orang, dan ia bertekun di dalamnya, jadi bukan hanya mendengar untuk melupakannya, tetapi sungguh-sungguh melakukannya, ia akan berbahagia oleh perbuatannya.’ (Yakobus 1:23–25)
Anda harus menyediakan waktu setiap hari untuk Firman Tuhan; jika tidak, Anda akan seperti berlari dengan telanjang secara rohani. Paulus menulis,‘Tetapi kenakanlah Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terang dan janganlah merawat tubuhmu untuk memuaskan keinginannya.’ (Roma 13:14)
Seperti yang diamati oleh Chuck Swindoll: 'Musuh perubahan nomor satu adalah sifat dosa yang keras dan memuaskan diri sendiri. Seperti anak manja, ia telah dipuaskan dan dimanjakan selama bertahun-tahun, jadi ia tidak akan menyerah tanpa amarah yang meluap-luap. Kedagingannya mati secara perlahan, sengit, berdarah—menendang dan meronta-ronta.’
Perubahan yang langgeng terjadi secara perlahan. Antisipasilah terhadap terjadinya kemunduran, dan jangan biarkan hal itu menggagalkan Anda. Ketika Anda merasa ingin menyerah, berlututlah dan mintalah Tuhan membantu Anda kembali ke jalur semula. Dia akan melakukannya.
Sumber : Buku Renungan Hari Ini
Edisi : Selasa, 23 Mei 2023
Paulus menulis: ‘Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang, untuk raja-raja dan untuk semua pembesar, agar kita dapat hidup tenang dan tenteram dalam segala kesalehan dan kehormatan. Itulah yang baik dan yang berkenan kepada Allah, Juruselamat kita, yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran.’ (1 Timotius 2:1–4)
Bersyafaat berarti 'menengahi antara pihak-pihak dengan maksud untuk mendamaikan mereka yang berbeda atau berselisih.' Itu terjadi setiap hari dalam sistem pengadilan ketika pengacara menengahi perkara atas nama klien mereka. Itu juga terjadi dalam Alkitab. Ketika Israel membuat anak lembu emas dan menyembahnya, Musa bersyafaat dengan Tuhan atas nama mereka, dengan mengatakan: ‘Lalu kembalilah Musa menghadap TUHAN dan berkata: "Ah, bangsa ini telah berbuat dosa besar, sebab mereka telah membuat allah emas bagi mereka. Tetapi sekarang, kiranya Engkau mengampuni dosa mereka itu--dan jika tidak, hapuskanlah kiranya namaku dari dalam kitab yang telah Kau tulis.’ (Keluaran 32:31–32)
Lalu Tuhan memberitahu Musa, ...tuntunlah bangsa itu ke tempat yang telah Ku sebutkan kepadamu; akan berjalan malaikat-Ku di depanmu, ...Aku akan membalaskan dosa mereka kepada mereka.’ (Keluaran 32:34)
Ketika Israel kembali menyembah dewa-dewa palsu, Samuel berkata, ‘..."Kumpulkanlah segenap orang Israel ke Mizpa; maka aku akan berdoa untuk kamu kepada TUHAN.’ (1 Samuel 7:5) Akibatnya, Tuhan mengirimkan guntur yang sangat keras ke atas orang Filistin pada hari itu, dan begitu membingungkan mereka sehingga mereka dikalahkan di hadapan Israel (1 Samuel 7:10).
Bersyafaat bisa dikerjakan secara pribadi, dan itu juga kerja keras: ‘Selalu bergumul dalam doanya untuk kamu, supaya kamu berdiri teguh, sebagai orang-orang yang dewasa dan yang berkeyakinan penuh dengan segala hal yang dikehendaki Allah.’ (Kolose 4:12) Tetapi ketika semuanya gagal, doa syafaat berhasil!
Sumber : Buku Renungan Hari Ini
Edisi : Senin, 22 Mei 2023
PROGRAM RENUNGAN DARI BUKU RENUNGAN HARI INI
ON AIR SETIAP HARI SENIN - JUMAT, PUKUL 06.30 WIB
STREAMING : WWW.SUARAGRATIAFM.COM/STREAMING
SELAMAT MENDENGARKAN, TUHAN YESUS MEMBERKATI
PROGRAM FIRMAN TUHAN
STREAMING : WWW.SUARAGRATIAFM.COM/STREAMING
SELAMAT MENDENGARKAN, TUHAN YESUS MEMBERKATI
PROGRAM FIRMAN TUHAN
STREAMING : WWW.SUARAGRATIAFM.COM/STREAMING
SELAMAT MENDENGARKAN, TUHAN YESUS MEMBERKATI
From the publisher's feed