
Sign up to save your podcasts
Or


Aku mendengar anak sungai merintih bagai seorang janda yang menangis meratapi kematian anaknya dan aku kemudian bertanya, “Mengapa engkau menangis, sungaiku yang jernih?’
Hujan lebat turun di hulu subuh disertai angin gemuruh yang menerbangkan mimpi
yang lalu tersangkut diranting pohon
Aku terjaga dan termangu
menatap rak buku-buku
mendengar hujan menghajar dinding rumah kayuku.
Tiba-tiba pikiran mengganti
mimpi
dan lalu terbayanglah wajahmu,
wahai perempuan yang tergusur!
Ingin rasanya aku berteriak di hadapanmu. Menanyakan apa kamu sebodoh itu tidak tahu arti tatapanku. Mengapa kamu tidak peka dengan apa yang aku rasakan? Ingin rasanya kusampaikan segala hal tersimpan di hatiku. Ingin rasanya kukatakan saja kepadamu. Akulah orang yang memikirkanmu sepanjang hariku. Akulah orang yang tidakpernah luput memerhatikanmu. Namun, mengapa kamu terlihat bodoh dan tak mau tahu. Apa kamu tidak punya perasaan di hatimu? Kurangkah kedekatan kita selama ini?
Untuk ia
Yang merajai seluruh kerdip mata
Yang mengalungkan keraguan di dada
Telunjuk kananku
- aku percaya -
Bisa menuntunmu ke tempat semula
Jalan dimana kau bisikkan sesuatu hal dengan hati-hati
Sesuatu hal yang membawa kita ke panggung sederhana ini
Sebelum melewati rel-rel penuh gumam
Menjumpai benturan-benturan keras di kepalaku.
Aku mau berdiri Berlari Mengejar matahari.
Aku yang tahu semua perihal kamu. Lagu-lagu apa saja yang kamu suka. Juga yang diam-diam selalu kunyanyikan sepenuh jiwa. Aku yang tahu makanan apa saja yang kamu senangi, yang diam-diam juga selalu kucoba untuk menikmati. Aku juga hafal judul buku apa saja yang sudah kamu baca.
Matahari terbit pagi ini
Lalu kini ia dua penggalah tingginya.
Sebuah sangkar besi
Hanya doa
Sembunyi di batu-batu
Di mawar sunyi
Di pagar rindu
Di langit sengit
Aku menyebut
Membawa benang-benang baru
Untuk hidupku
Kadang, aku ingin menyapamu tiap kali statusmu update di media sosial.
Ingin sekali mengirimimu chat singkat. Bertanya perihal kabarmu.
Atau, sesekali menyampaikan selamat tidur, selamat pagi,
atau mungkin menuliskan ‘aku kangen kamu’
From the publisher's feed