
Sign up to save your podcasts
Or


Tahun 2020 akan segera berakhir, banyak hal yang bisa kita ambil pelajaran dari peristiwa di tahun 2020 silam
Kita sama-sama bergerak agar di tahun 2021 berikutnya bisa menjadi orang yang lebih baik dari tahun ini
Setiap tanggal 10 November kita selalu memperingati yang namanya momentum Hari Pahlawan. Dilansir dari sejarahnya, Hari Pahlawan adalah puncaknya pergolakan rakyat Surabaya yang dipimpin oleh Bung Tomo dalam menghadapi penjajah Belanda pada masa itu.
Namun, alih-alih telah merdeka, ternyata negeri ini masih dijajah pula. Baik dari segi ekonomi, politik, budaya, moralitas, makanan/minuman, fashion dan lain sebagainya, semuanya telah membuat negeri kita dirampas dari segala sisi
Yang lebih parahnya lagi, para pemuda hari ini tak sadar bahwa mereka sedang dijajah. Bahkan mereka malah merasa senang ketika mereka "dijajah" oleh berbagai hal yang masuk ke dalam pemikiran dan kehidupan mereka
Wajar jika saat ini generasi millenial lupa akan sejarah perjuangan para pahlawan bangsa dahulu, dan generasi hari ini lebih mementingkan kebutuhan diri sendiri dan kesenangan diri sendiri.
So, dari berbagai carut marutnya kondisi negeri kita saat ini, sebenernya kita butuh se-sosok pahlawan yang bisa menyelamatkan bangsa dan juga dunia. Lantas, siapa sebenarnya Pahlawan itu?
"Mumpung Masih Muda" sebuah kalimat pembenaran yang dijadikan dalil bagi sebagian orang untuk mencicipi 'bagian dunia yang lain'
Banyak orang hari ini pengen dirinya viral, walaupun harus ngelakuin hal konyol dan bahkan sampai merelakan harga dirinya
Gua rasa hal yang begini yang justru merusak esensi dari viral itu sendiri
Karena seharusnya viral itu memberikan suatu hal yang bermanfaat, seperti hal informatif, edukatif atau inspiratif
bukan hal konyol yang malah bikin malu kita sendiri
Pada tahun 2045 mendatang, dikatakan bahwa Indonesia akan mengalami yang namanya Bonus Demografi, yaitu kondisi dimana masa produktif usia muda lebih banyak daripada usia lanjut
Fenomena ini bisa menjadi peluang bisa juga menjadi ancaman bagi kita selaku masyarakat Indonesia. Mengapa demikian? Peluang jika para pemuda hari ini bisa memaksimalkan potensi yang ada pada dirinya untuk membangun kondisi negeri, namun ini adalah ancaman jika para pemudanya tidak memiliki kompetensi dalam mengelola negara dan membangun kondisi negeri, apalagi jika para pemudanya terjebak dalam kubangan hedonisme, apatisme dan individualisme. Sangatlah sulit dibayangkan kondisi negeri saat Bonus Demografi kedepan akan seperti apa
From the publisher's feed