
Sign up to save your podcasts
Or


kamu hanya baik di awal dan Kamu hanya indah di halaman pertama. Tapi di halaman selanjutnya, kamu tidak selalu ada. Tidak bisa dibaca dan juga tidak bisa di pahami
Seperti yang sudah-sudah, kamu termasuk tokoh yang ku kira sebagai tokoh paling tepat.
Kadang yang paling menyakitkan bukan perpisahan, tapi menerima bahwa semuanya sudah selesai.
ada beberapa rasa di dunia ini yang mungkin cuma bisa kita rasakan tapi bukan untuk di miliki.
itulah yang terjadi di hidup kita tahun ini, apa pun yang terjadi ,apa pun yang kita rasakan, bagaimanapun perasaannya , pada akhirnya kita sampai di akhir tahun ini.
di balik cover pada episode “bagaimana kita hidup di tahun ini?” membawa tiga simbol utama: surat, bunga matahari, dan pertanyaan pada judulnya.
Surat itu merepresentasikan seluruh catatan hidup selama setahun,hal-hal yang kita simpan diam-diam, yang tidak selalu sempat kita ceritakan, tapi tetap membentuk siapa kita hari ini. Ia menjadi tempat kecil untuk menaruh semua rasa yang kita bawa sepanjang perjalanan tahun 2025.
Di sekelilingnya, bunga matahari hadir sebagai pengingat bahwa hidup, seberat apa pun jalannya, selalu memberi ruang untuk cahaya. Seperti bunga matahari yang menoleh ke arah terang, kita pun belajar mencari secercah harapan, bahkan di hari-hari paling gelap. Ia bukan hanya simbol tentang “mencari cahaya”, tapi tentang keberanian manusia untuk percaya bahwa setelah gelap yang panjang, selalu ada hal baik yang menunggu.
Pertanyaan pada judul, “bagaimana kita hidup di tahun ini?”, menjadi benang merah yang menyatukan semuanya. Bukan untuk mencari jawaban besar, tetapi untuk memahami diri sendiri, bagaimana kita bertahan, tumbuh, patah, sembuh, dan tetap berjalan.
Cover ini pada akhirnya menjadi seperti surat untuk diri sendiri, tentang bagaimana kita hidup di tahun ini, bagaimana kita tumbuh pelan-pelan, dan bagaimana kita terus mencari cahaya sekecil apa pun bentuknya.
Gimana kalo nanti kita sudah berusaha sekeras ini ternyata masih gagal juga?
dari awal kedekatan kita memang tidak ber-arti apa apa.
Kamu enggak pernah janji apa apa, tapi aku yang keburu menunggu seolah kamu akan datang membawa cinta.
karena perihal keresahan, perihala ketakutan, perihal kekecewaan, perihal keraguan, semua akan reda semua akan sembuh, satu per satu, hari per har, akan selesai. It will pass. You will heal. you always do.
From the publisher's feed