Truth Daily Enlightenment

TAHUN PENGHARAPAN


Listen Later

Tidak mungkin atau sangat sulit kalau manusia hidup tanpa pengharapan, artinya setiap manusia mengharapkan ke depan ada sesuatu yang dapat dinikmati. Sesuatu itu adalah yang dapat membuat hidupnya bahagia dan lengkap. Sesuatu itu pasti yang diandalkan, sesuatu yang membuat dirinya merasa hidup. Itulah “nyawanya” atau kehidupannya. Kalau seseorang kehilangan pengharapan, ia hidup tetapi tidak merasa hidup. Dalam Kejadian 37, dikisahkan ketika Yakub mendengar anak kesayangannya—Yusuf—mati dicabik-cabik binatang (berita bohong dari kakak-kakak Yusuf). Yakub berkabung, anak-anaknya berusaha menghiburnya, tetapi Yakub berkata, “Aku akan berkabung, sampai aku turun mendapatkan anakku, ke dalam dunia orang mati” (Kej. 37:34). Dalam banyak kejadian, ketika seseorang yang sudah bertahun-tahun ditinggal teman hidupnya, maka ia segera menyusul. Baru-baru ini seorang pria yang berusia di atas 80 tahun meninggal. Ketika peti masih di kamar mayat, istrinya menyusul meninggal dunia, sehingga satu ruang rumah duka dihuni dua peti mati.
Dalam kenyataan hidup, tidak heran kalau seseorang bisa bunuh diri ketika sesuatu yang dipandang sebagai paling bernilai dan membahagiakan, diambil orang atau meninggalkan dirinya; seperti seorang pemudi ditinggal pacar, seorang pria jatuh bangkrut, seorang pejabat malu karena ketahuan korupsi, dan lain sebagainya. Seseorang masih bersemangat hidup ketika mengharapkan masih ada sesuatu yang dapat membahagiakan dirinya atau ada yang diharapkan. Pada umumnya, orang menapaki hari hidupnya dengan berharap bahwa setiap hari ia dapat menjalani hidupnya dengan menikmati apa yang dapat diraihnya di depan; seperti makan dan minum, hobi, kebersamaan dengan orang-orang yang dikasihi, barang-barang yang menyenangkan hati, wisata, pasangan hidup bagi yang belum menikah, keluarga, dan lain sebagainya. Dan itulah sebenarnya yang menjadi motor penggerak kehidupan seseorang.
Malangnya, semua yang dipandang membahagiakan di dunia suatu kali harus ditinggalkan. Ini berarti semua yang tadinya diharapkan dapat membahagiakan, akan lenyap seperti uap. Dan tragisnya, ternyata semua yang dapat menjadi tumpuan harapan tersebut tidak dapat menopang kehidupan kekal. Inilah yang dikatakan oleh Yesus bahwa mamon—yaitu harta fana dunia ini—adalah “tidak jujur,” artinya menipu atau tidak dapat dipercayai. Ternyata, setelah meninggal dunia, semua yang diharapkan dapat menopang adalah sia-sia. Banyak orang tidak memikirkan dan tidak siap atau tidak bersedia menghadapi realitas tersebut. Mereka berusaha untuk melupakan atau tidak memikirkannya. Terkait dengan hal ini, Ayub dalam pernyataannya mengucapkan kalimat bijak yang patut kita renungkan: “Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!” (Ay. 1:21).
Sebenarnya, manusia setelah jatuh dalam dosa adalah makhluk yang malang. Sebab manusia harus mati, dan di balik kematian adalah keterpisahan abadi dengan Allah. Manusia dilahirkan hanya untuk mati. Dilahirkan hanya untuk diekskusi. Tetapi, keselamatan dalam Yesus Kristus menyediakan pengharapan (1Ptr. 1:3-4). Kalau hidup manusia pengharapannya hanya tertumpu pada dunia ini yang bersifat fana, manusia menjadi makhluk yang malang, karena manusia adalah makhluk kekal. Lagipula, mereka yang menaruh pengharapan kepada dunia ini pasti mengorbankan kekekalan. Seseorang tidak dapat hidup dengan dua pengharapan. Kita harus memilih, menjadi manusia hari ini atau manusia hari esok. Banyak orang Kristen berpikir bisa memiliki dua pengharapan. Memiliki dua pengharapan berarti mengabdi kepada dua tuan. Firman Allah berkata agar kita memiliki hanya satu arah dalam hidup ini, surga atau dunia (Mat. 6:19-20; Kol. 3:13). Oleh sebab itu, kita harus berani meninggalkan dunia, artinya hanya menaruh pengharapan pada Tuhan dan Kerajaan-Nya di kekekalan. Itulah satu-satunya kebahagiaan orang percaya.
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Truth Daily EnlightenmentBy Erastus Sabdono

  • 5
  • 5
  • 5
  • 5
  • 5

5

3 ratings