
Sign up to save your podcasts
Or


Suara jam dinding di kamarku kembali memasuki sela-sela telinga. Hingga tersadar aku sedang bernostalgia lamanya. Mataku langsung tertuju ke meja tempat aku merangkai sebuah kata. Kertas-kertas buram masih bertebaran putih, bersih, tak bernoda, tanpa cacat dan dosa.
Dalam masa itu terlihat semesta yang mencuri pandang dari bilik jendela. Kini pikiranku kembali lagi ke keadaan semula. Walau dunia sudah berubah, tapi aku tetaplah aku yg dulu. Aku dan kebodohanku.
Dan jika imajinasi ini tak lebih hanyalah nimbus, kau tetap akan menjadi semoga yang ingin aku tebus.
By LCFRSSuara jam dinding di kamarku kembali memasuki sela-sela telinga. Hingga tersadar aku sedang bernostalgia lamanya. Mataku langsung tertuju ke meja tempat aku merangkai sebuah kata. Kertas-kertas buram masih bertebaran putih, bersih, tak bernoda, tanpa cacat dan dosa.
Dalam masa itu terlihat semesta yang mencuri pandang dari bilik jendela. Kini pikiranku kembali lagi ke keadaan semula. Walau dunia sudah berubah, tapi aku tetaplah aku yg dulu. Aku dan kebodohanku.
Dan jika imajinasi ini tak lebih hanyalah nimbus, kau tetap akan menjadi semoga yang ingin aku tebus.