
Sign up to save your podcasts
Or


Sabrang Mowo Damar Panuluh lebih dikenal sebagai Noe (lahir di Yogyakarta, 10 Juni 1979; umur 41 tahun) adalah vokalis dan keyboardis band Letto (posisi keyboardis hingga 2014 sebelum masuknya Widi). Noe merupakan anak pertama budayawan, Emha Ainun Nadjib dan anak tiri bintang sinetron dan penyanyi, Novia Kolopaking.
Noe lahir sebagai anak pertama dari budayawan, Emha Ainun Nadjib atau Cak Nun dari istri pertamanya, Neneng Suryaningsih. Sayangnya saat dirinya menginjak umur 6 tahun, orangtuanya memutuskan untuk bercerai. Noe menghabiskan masa SD di SD 1 Yosomulyo, Lampung kemudian melanjutkan ke SMP Xaverius Metro, Lampung.
Saat Noe masih SMP, pamannya memberikan kaset bekas kumpulan lagu-lagu Queen. Setelah mendengarkan berulang kali, akhirnya dia mempunyai pikiran bagaimana membuat musik yang bisa menggerakkan rasa dan menggerakkan perasaan orang lain. Mulailah Noe bersentuhan dengan keyboard, alat musik yang pertama ia sentuh.
Setelah lulus SMP, Noe kembali ke Yogyakarta dan meneruskan sekolah di SMU 7 Yogyakarta. Ia bergabung dengan ayahnya dan bergaul bersama komunitas ayahnya. SMU 7 Yogyakarta-lah yang mempertemukan Noe dengan Ari, Dedy dan Patub. Pada waktu itu mereka belum membentuk band. Pada tahun 1998 Noe memutuskan untuk melanjutkan kuliah di University of Alberta, Kanada. Ia mengambil dua jurusan sekaligus, yaitu matematika dan fisika. Lima tahun kemudian, ia pulang ke Yogya dengan membawa gelar Bachelor of Mathematic dan Bachelor of Physics.
Sabrang Mowo Damar Panuluh lebih dikenal sebagai Noe (lahir di Yogyakarta, 10 Juni 1979; umur 41 tahun) adalah vokalis dan keyboardis band Letto (posisi keyboardis hingga 2014 sebelum masuknya Widi). Noe merupakan anak pertama budayawan, Emha Ainun Nadjib dan anak tiri bintang sinetron dan penyanyi, Novia Kolopaking.
Noe lahir sebagai anak pertama dari budayawan, Emha Ainun Nadjib atau Cak Nun dari istri pertamanya, Neneng Suryaningsih. Sayangnya saat dirinya menginjak umur 6 tahun, orangtuanya memutuskan untuk bercerai. Noe menghabiskan masa SD di SD 1 Yosomulyo, Lampung kemudian melanjutkan ke SMP Xaverius Metro, Lampung.
Saat Noe masih SMP, pamannya memberikan kaset bekas kumpulan lagu-lagu Queen. Setelah mendengarkan berulang kali, akhirnya dia mempunyai pikiran bagaimana membuat musik yang bisa menggerakkan rasa dan menggerakkan perasaan orang lain. Mulailah Noe bersentuhan dengan keyboard, alat musik yang pertama ia sentuh.
Setelah lulus SMP, Noe kembali ke Yogyakarta dan meneruskan sekolah di SMU 7 Yogyakarta. Ia bergabung dengan ayahnya dan bergaul bersama komunitas ayahnya. SMU 7 Yogyakarta-lah yang mempertemukan Noe dengan Ari, Dedy dan Patub. Pada waktu itu mereka belum membentuk band. Pada tahun 1998 Noe memutuskan untuk melanjutkan kuliah di University of Alberta, Kanada. Ia mengambil dua jurusan sekaligus, yaitu matematika dan fisika. Lima tahun kemudian, ia pulang ke Yogya dengan membawa gelar Bachelor of Mathematic dan Bachelor of Physics.
Peringatan ulang tahun gus mus yang ke 74 ini diselenggarakan di depan beranda swara merdeka semarang dengan tema mata air gus mus. Acara ini diisi oleh seniman, penyair, kiai, sineas terkenal seperti jaya suprana, joko pinurbo, zawawi imron, sitok srengenge, sosiawan leak, antok galon, irwan hidayat, nano supriyatno, timur sinar suprabana, nasirun, djoko susilo, ahmad tohari, masruhan samsurie, endah laras, kiai charis sodaqoh, poembluesukan, niken ardhana reswari, choliq arif, muhdi. Mereka membacakan puisi-puisi gus mus dengan gaya khas mereka serta membacakan testimoni untuk gus mus. Kemudian yang menjadi acara ini spesial adalah hadiah dari cak nun untuk gus mus, yaitu surah an-nur serta lagu ciptaan sujiwo tejo yang awalnya diciptakan untuk anaknya dinyanyikan khusus untuk gus mus.
Di antara para penyair yang membacakan puisi gus mus, sosiawan leak dengan penuh ekspresi menggemparkan panggung dengan gaya kontemporernya yang menyedot perhatian santri di depan panggung. Tidak kalah mempesona juga seorang najwa shihab, presenter kondang mata najwa sekaligus putri dari ahli tafsir al qur'an prof quraish shihab membacakan catatan najwa di depan para santri dan gus mus tentunya.
Acara ini ditutup dengan pesan kesan gus mus serta doa darinya yang membuat para santri terbawa suasana dan khusyuk mengucap amin berkali-kali.
Semoga gus mus diberi umur panjang, sehat wal afiat, penuh berkah, dan selalu memayu hayuning agama untuk bangsa ini, aminnnnn
From the publisher's feed