Sejauh ini belum ada padanan kata yang pas dalam Bahasa Indonesia untuk "Influencer' , yang jelas mereka ini adalah kelompok yang berpengaruh di era digital saat ini,. Mengapa begitu? Mereka dapat mengerahkan 'pengikutnya' atau orang yang terpinspirasi dengan konten dan misinya di social media dengan mudah.
Tetapi bagaimana semua ini bisa terjadi? Mengapa menjadi influencer bukan lagi hanya untuk kalangan tertentu (Artis, Selebritis, Politikus, Orang terkenal). Hampir semua lapisan masyarakat apa saja dapat menjadi seorang influencer saat ini. Dengan syarat? Pastinya.
Hampir semua platform social media saat ini, gratis! But ingat quote ini? "If its free, you are the product". Dua dekade yang lalu semua transaksi yang terjadi di internet adalah dimana kita menjual barang, kemudian diikuti satu dekade setelahnya yaitu jasa. Dan dekade saat ini sudah terlihat signal dimana 'Passion' kita atau skill yang mungkin kita tidak gunakan sebagai alat utama untuk mendapatkan materi untuk mencukupi kehidupan sehari-hari, saat ini mungkin terjadi bahwa itu kita bisa monetisasi.
Tertarik mendengar semua ini? Bagaimana selanjutnya Passion Economy ini dapat berkembang? Apakah ini hanya gelombang trend sementara atau masa depan kita adalah dimana kita bisa 'menguangkan' kemampuan kita dengan maksimal menggunakan social media.
Saya ajak anda mengetahuinya langsung dari Pioneer Influencer Marketing Platform di Indonesia, the one & only.. Sociabuzz! with CEO & Founder Rade Tampubolon .