Truth Daily Enlightenment

TATANAN ALLAH


Listen Later

Tidak ada kejadian yang terjadi dalam hidup ini di luar kontrol Allah. Segala sesuatu yang terjadi pasti dalam izin dan perkenanan Allah. Dan di dalam setiap kejadian, di dalamnya Allah memiliki rencana yang sangat baik bagi orang percaya yang mengasihi Dia (Rm. 8:28). Rencana tersebut adalah pembentukan agar orang percaya menjadi sempurna seperti yang dikehendaki oleh Allah; serupa dengan Yesus. Tetapi, apakah suatu kejadian benar-benar mendatangkan kebaikan bagi orang percaya, tergantung respons individu orang percaya tersebut terhadap kejadian yang dihadapinya. Di dalam hal ini, ada bagian atau wilayah Allah yang manusia tidak akan mampu melakukannya, dan ada bagian atau wilayah manusia yang Allah tidak akan melakukannya.
Wilayah dalam hidup kita yang tidak akan diintervensi Allah adalah pikiran dan perasaan, sebab dari pikiran dan perasaan, bisa melahirkan kehendak. Kehendak ini yang menentukan keadaan masing-masing individu. Di sini, manusia memiliki wilayah atau bagian yang menjadi tanggung jawab manusia itu sendiri. Allah tidak masuk di dalam pikiran dan perasaan lalu mengarahkan orang tersebut. Kehendak manusia tergantung atau ditentukan oleh masing-masing individu itu sendiri, bukan dikendalikan oleh Allah. Pandangan yang mengatakan bahwa Allah berintervensi di dalam diri manusia, berkonsekuensi tidak perlu adanya penghakiman dan pertanggungjawaban. Dengan demikian, dunia dan kehidupan manusia menjadi seperti sebuah sandiwara. Allah sebagai penulis skrip skenario merangkap sutradara, dan manusia sebagai pemeran-pemerannya. Ini pandangan yang keliru.
Banyak orang salah memahami mengenai kehendak bebas manusia. Misalnya, dalam hal terjadinya perubahan atau pertobatan seseorang, banyak orang berpikir bahwa Allah masuk dalam pikiran dan perasaan seseorang, lalu Allah mengubah pikiran dan perasaan seseorang agar bisa berkehendak untuk bertobat. Dengan pengertian ini, orang berpikir bahwa secara spektakuler, ajaib, dan mistis, seseorang diubahkan oleh Allah. Ini berarti manusia tidak memiliki kebebasan sama sekali, semua ditentukan oleh Allah. Jadi, kalau ada orang bisa bertobat dan menjadi manusia yang baik, hal itu diyakini karena Allah secara sepihak dalam kedaulatan-Nya mengerjakannya. Dan kalau ada orang menjadi jahat kemudian masuk neraka, hal itu karena Allah tidak menggarapnya, sehingga membuatnya tidak masuk surga; dengan kalimat lain, Allah yang mengeraskan hatinya. Ini ajaran yang tidak benar.
Sebenarnya, Allah mengubah orang percaya, selain dengan pengertian mengenai kebenaran Fiman dalam bimbingan Roh Kudus, juga melalui faktor eksternal dari kehidupan seseorang, yaitu dengan kejadian-kejadian hidup yang dialaminya. Namun demikian, walau Allah mengizinkan suatu peristiwa terjadi dalam kehidupan seseorang untuk maksud-maksud tertentu, tetapi bagaimana pun hasilnya kembali tergantung kepada masing-masing individu. Ini berarti, walaupun Allah mengadakan suatu peristiwa yang dialami seseorang, tidak mutlak membawa dampak yang sesuai dengan maksud Allah, sebab tergantung dari respons individu. Dalam hal ini, Allah tidak memaksakan kehendak-Nya dengan cara apa pun. Allah adalah Pribadi yang konsekuen dan konsisten atas tatanan-Nya, yaitu memberi kebebasan kepada masing-masing individu dalam merespons kasih karunia yang Allah berikan.
Dalam menegakkan tatanan dimana Allah memberi kehendak bebas kepada manusia, Allah tidak memaksa seseorang menjadi jahat atau menjadi baik. Seperti misalnya, Alkitab mengatakan bahwa Allah mengeraskan hati Firaun. Itu bukan berarti Allah masuk dalam hati dan pikiran Firaun, kemudian secara mistis Allah membuat pikiran dan perasaan Firaun menjadi keras. Tetapi, yang benar adalah Allah merancang kejadian-kejadian yang dapat membuat hati Firaun menjadi keras. Allah berkata kepada Musa bahwa Firaun memang tidak akan melepaskan bangsa itu (Kel. 3:19). Memang Firaun tersebut sangat jahat. Dinasti Firaun di zaman Musa telah menindas bangsa Israel puluhan tahun,
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Truth Daily EnlightenmentBy Erastus Sabdono

  • 5
  • 5
  • 5
  • 5
  • 5

5

3 ratings