Kata “anak Allah” dalam teks aslinya (Rm. 8:16) adalah tekna theou (τέκνα θεοῦ). Dalam bahwa Yunani terdapat beberapa kata yang dapat diterjemahkan anak. Kata pertama adalah nephios (νήπιος), kata ini memiliki pengertian bayi atau anak usia sangat dini (Mat. 11:25). Kata kedua adalah paidion (παιδίον), kata ini memiliki pengertian anak usia 7 sampai 14 tahun, usia yang sangat efektif dididik (Mat. 18:3). Ketiga adalah huios (υἱός) yang artinya anak dalam arti anak yang resmi atau anak yang sungguh-sungguh memiliki pertalian keluarga atau anak yang sah (Ing. kinship). Kata ini juga digunakan sebagai sebutan bagi Yesus yang adalah Anak Allah. Jadi, ada anak yang berstatus sebagai anak sah yang akan mewarisi kekayaan dan keagungan orang tua, atau seperti Pangeran (Ibr. 12:8). Kata keempat adalah nothos (νόθος). Dalam Bahasa Indonesia diterjemahkan anak gampang. Kata nothos ini artinya anak yang tidak resmi (Ing. illegitimate son). Kata ini juga bisa berarti anak haram (Ing. bastard). Kata terakhir adalah teknon (τέκνον). Adapun kata teknon artinya anak dalam arti keturunan. Di dalam kata teknon menyiratkan adanya pewarisan gen atau sifat-sifat orang tua kepada anak.
Berbicara mengenai anak Allah, perlu kita meninjau Yohanes 1:12. Bagi mereka yang percaya, diberi kuasa supaya menjadi anak-anak Allah. Alkitab menulis bahwa semua orang yang menerima-Nya, diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya. Kata menerima di dalam teks ini, bahasa aslinya adalah elabon (ἔλαβον) dari akar kata lambano (λαμβάνω) yang selain berarti menerima (to accept), juga berarti to get hold of (berpegang tetap). Hendaknya kita tidak menyederhanakan kata “menerima” dalam Yohanes 1:12 ini. Menerima adalah proses panjang di mana seseorang harus selalu hidup di dalam penggunaan fasilitas keselamatan agar terus diproses sehingga benar-benar bisa berkeberadaan sebagai anak-anak Allah.
Jadi, pada waktu seseorang dengan mulut mengaku bahwa Yesus adalah Tuhan, maka ia diberi kuasa atau hak supaya menjadi anak Allah. Ini belum tentu membuat dia sudah sah sebagai anak Allah (Yun. huios). Ia masih berstatus nothos yang artinya anak yang belum atau tidak sah. Jika kemudian ia memanfaatkan kuasa atau hak itu, maka ia akan bertumbuh menjadi anak Allah yang sah. Jika tidak, maka ia tidak akan bertumbuh. Ciri dari nothos adalah mereka yang menolak didikan Allah Bapa. Dalam hal ini respon seseorang terhadap keselamatan yang Tuhan berikan sangat penting artinya. Tanpa respon, seseorang tidak akan menjadi anak Allah yang sah.
Kata “kuasa” berasal dari teks aslinya exousia (ἐξουσία), yang artinya hak istimewa yang membuat seseorang memiliki fasilitas untuk bisa berkeberadaan sebagai anak Allah. Fasilitas itu adalah pemeliharaan Tuhan, Roh Kudus, Firman dan penggarapan intensif Allah atas orang yang mengasihi Dia. Jadi, kuasa itu tidak otomatis membuat seorang Kristen menjadi anak Allah. Tetapi kuasa itu diberikan supaya orang percaya berkeberadaan sebagai anak Allah. Jadi kalau seseorang tidak memanfaatkan kuasa itu, maka seseorang tidak pernah berkeberadaan sebagai anak Allah. Berkeberadaan sebagai anak Allah berarti berkarakter seperti Allah; Like father like son. Panggilan sebagai orang percaya hanya ini: Menjadi sempurna dengan Bapa. Tentu saja orang yang tidak memiliki karakter seperti Bapa tidak pantas menyebut dirinya sebagai anak Allah. Ciri dari orang Kristen yang sah sebagai anak Allah adalah ketika memiliki karakter Bapa.
Melalui proses pendidikan yang Bapa lakukan yang dikerjakan oleh Roh Kudus (Ibr 12:4-11), seseorang diproses untuk memiliki keberadaan seperti Yesus yang mengambil bagian dalam kekudusan Allah Bapa (Theos). Hal ini sebenarnya merupakan proses dalam kehidupan orang percaya untuk berkeadaan sebagai anak dalam arti keturunan Allah (Yun. Teknon). Dengan demikian seorang yang menerima Yesus dengan benar dapat mewarisi keberadaan Bapa atau sifat-sifat Bapa.