Truth Daily Enlightenment

TELAH SELESAI DALAM HAL PENGAMPUNAN


Listen Later

Orang yang telah selesai dengan dirinya sendiri di hadapan Allah adalah orang yang pasti selalu mengampuni orang lain. Ia tidak bisa tidak mengampuni orang yang bersalah terhadap dirinya. Memang, pada dasarnya orang percaya tidak berhak tidak mengampuni orang hanya karena kita merasa berhak memberi hukuman. Hukuman itu paling tidak adalah tidak mengampuni orang lain. Kita tidak berhak menghukum dan menghakimi siapa pun. Kita tidak berhak marah dan membalas dendam. Dengan demikian, kita tidak berhak tidak mengampuni siapa pun. Dengan kesadaran ini, otomatis kita akan lebih mudah mengampuni orang lain. Demikianlah, Tuhan Yesus mengajarkan doa soal pengampunan dengan kalimat: “Ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami.” Mengampuni orang lain adalah salah satu ciri dari karakter Bapa dan Tuhan Yesus Kristus. Ini adalah ciri dan juga bisa merupakan inti dari kasih. Kasih adalah hakikat karakter Bapa.
Salah satu ciri dari karakter Yesus adalah sikap mengampuni dan mengasihi musuh dengan hati yang tulus kepada mereka yang memusuhi dan menyakiti-Nya. Dalam banyak kesempatan, ketika orang-orang Farisi, Saduki, imam-imam kepala, ahli-ahli Taurat, dan para pemimpin agama menyerang Yesus dengan kata-kata, Yesus selalu menanggapi dengan tenang, tanpa sikap perlawanan untuk menyerang mereka. Yesus diserang, tetapi tidak balik menyerang. Yesus selalu memberi jawaban-jawaban yang bijaksana sebagai sarana pula untuk menyingkapkan kebenaran. Peragaan kasih-Nya yang sempurna terhadap mereka yang memusuhi dan menyakiti-Nya nyata sekali ketika Ia tergantung antara langit dan bumi, yaitu ketika ada di salib. Di atas salib, dari bibir-Nya meluncur doa yang pasti mengalir dari hati-Nya yang tulus: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat” (Luk. 23:34).
Stefanus memperagakan kehidupan Yesus seperti yang pernah dijalani-Nya. Stefanus menyampaikan khotbahnya di depan anggota Mahkamah Agama, lalu mereka menjadi marah dan menyambut khotbah Stefanus dengan gertakan gigi. Mereka menyeret Stefanus keluar kota dan melemparinya dengan batu. Ketika mereka melemparinya, Stefanus berdoa, katanya, “Ya Tuhan Yesus, terimalah rohku.” Sambil berlutut, ia berseru dengan suara nyaring: “Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka!” Peragaan nyata dari Stefanus ini menampilkan karakter Yesus (Kis. 7:54-60).
Pengampunan dari Tuhan tidak dapat dipisahkan dari pengampunan kita kepada orang lain. Bila kita tidak mengampuni sesama kita, Tuhan juga tidak akan mengampuni kita (Mat. 6:14-15; 18:35). Ini adalah harga mati yang tidak dapat ditawar. Dari hal inilah kita dapati bahwa memiliki karakter Bapa adalah suatu kemutlakan. Mengampuni orang lain adalah perintah tegas dari Tuhan yang harus dipatuhi. Seperti halnya perintah-perintah lain harus dipatuhi, demikian pula hal mengampuni orang lain harus dipatuhi secara mutlak tanpa syarat. Mengampuni orang lain ini adalah perwujudan tindakan kasih. Bila seseorang tidak mengampuni orang lain, itu berarti ia tidak mengasihi sesamanya. Bila ia tidak mengasihi sesamanya, itu berarti ia adalah seorang “pembunuh” (1Yoh. 3:15 bdk. Why. 21:8). Seorang pembunuh tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Allah. Bagian dalam Kerajaan Surga artinya bagian sebagai bangsawan surga. Masuk surga dengan masuk sebagai anggota Kerajaan Surga adalah hal yang berbeda.
Tuhan Yesus menghendaki agar orang percaya memperagakan sikap mengampuni dan mengasihi musuh seperti yang telah ditunjukkan-Nya ketika Ia menjadi manusia. Hal ini menunjukkan bahwa apa yang dilakukan oleh Yesus juga dapat diperagakan oleh orang percaya di sepanjang zaman. Keselamatan yang Tuhan berikan kepada kita bukan karena perbuatan baik kita, melainkan karena anugerah Allah. Serusak atau sebejat apa pun kita, Tuhan mau menerima dan mengampuni segala dosa dan pelanggaran kita. Tetapi setelah kita menerima pengampunan dan disambut sebagai anak-anak-Nya,
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Truth Daily EnlightenmentBy Erastus Sabdono

  • 5
  • 5
  • 5
  • 5
  • 5

5

3 ratings