Teman Bicara

Teman Bicara

By Teman BicaraSociety & Culture
Download on the App Store

Teman Bicara episodes

  • #10 Puisi Sajak untuk Seorang Kawan - Arif Hukmi

    untuk rahman al-mandari

    pada setiap sudut kota, kau mendahului segala yang tak pernah kita duga adanya. sesaat sebelum mau berpaut pada minggu pagi yang lengang. kita telah tiba pada gusar yang lirih, pada sebuah kesedihan yang sungguh abadi. seperti pada namamu yang ranum—setiap nama yang kau kenali, seperti pada wajah ibumu, yang merasa kehilangan malaikat terbaik yang dilahirkan dari rahimnya.

    seusai sunyi, setelah kepergian itu, kita melipat tangan dan menegadah doa pada yang maha pengasih, seperti terjemahan pada namamu. di dunia ini segala yang hidup akan sampai pada peraduan yang kini kau tuju, sebab kematian tak memberi aba.

    kami menghantarkanmu pada sebuah tempat abadi, dengan air mata yang terus membasahi tanah yang lapang pada makammu.

    lalu kini, pada jalan yang pernah kita tempuh, kita pernah menyusuri jalanan kota yang panjang dan berliku. ruang yang pernah sungguh cair saat kau dan latar foto tiba pada layar-layar yang kita tatap sepanjang waktu.

    lihatlah kepergian itu seperti muara tempat segala kisah menuju. pada rumah yang kau tinggali kini, kami menitip kecup pada pintunya. kami mengirim peluk pada ragamu di peraduan abadi.



    makassar, 2021

    4 min
  • #7 Puisi Runyam Gigil - Ibe S. Palogai
    Runyam Gigil adalah salah satu puisi yang ditulis Ibe S Palogai. seorang Penyair Indonesia kelahiran Takalar, Sulawesi Selatan yang menulis sebuah buku Cuaca Buruk Buku Puisi (KPG, 2019 dan Struktur Cinta yang Pudar, (KPG, 2020)
    2 min
  • #6 Puisi Mawas - Windi Mawardani
    Kita masih menjadi sendiri
    Melampaui seisi yang menjadi diam
    Kita meneju duri anak tangga yang kita bangun 
    di seperempat kesempatan yang bersayap hening 
    nan marah
    aku benar-benar tak ingin menyentuhnya
    pun kedinginan, aku takut kita menjadi itu
    2 min
  • #5 Puisi Syair Angin - Farah Tazkyatun
    Puisi yang ditulis oleh Farah Tazkyatun ini adalah sebuah puisi yang sungguh jujur menggambarkan ihwal dampak krisis iklim yang sanggat kompleks di abad 21. Ia menggunakan metafor yang jujur dan menggunggah.
    2 min

About Teman Bicara

From the publisher's feed

Teman Bicara hadir untuk berbagi cerita tentang apa saja, bagi kamu yang sedang butuh teman berbagi cerita, kami mengajak kalian untuk bicara dengan sudut pandang yang berbeda. Bagi teman-teman yang…