Truth Daily Enlightenment

TEOLOG YANG TIDAK MENGENAL ALLAH


Listen Later

Kehidupan yang benar-benar berinteraksi dengan Allah baru dapat dikatakan “berketuhanan” atau ber-Tuhan. Orang-orang yang ber-Tuhan pasti selalu mengalami perubahan, yaitu hidupnya semakin memiliki karakter seperti Tuhan atau Allah yang disembahnya. Hal ini menunjukkan bahwa perbuatan seseorang menyatakan kualitas agama yang diamalkan atau teologi yang di pikirannya. Oleh sebab itu, sebenarnya orang tidak mudah dapat berbangga diri atas doktrin atau ajaran yang dimiliki dan dikuasainya, dan menyatakan bahwa dirinya paling benar. Tidak sedikit para akademisi dari seminari atau sekolah tinggi teologi yang menutup mata atau memang tidak tahu mengenai hal ini. Dengan studi di seminari atau sekolah tinggi teologi, mereka merasa dan percaya telah menemukan, memiliki, dan benar-benar hidup dalam persekutuan dengan Allah. Mereka berpikir, semakin memiliki pengetahuan tentang Allah berarti sama dengan benar-benar telah menjumpai Dia. Sebenarnya, mereka hanya memiliki pengetahuan tentang Allah, tetapi mereka belum mengenal Allah secara benar.
Dari perbuatannya, seseorang dapat membuktikan kebenaran ajaran yang dimilikinya. Dari pernyataan-pernyataannya, baik secara lisan maupun tertulis, tampak jelas kualitas kearifan, moral, dan etika hidupnya. Arogansi orang-orang seperti ini telah menutup kesadarannya mengenai keadaan mereka yang sebenarnya. Tidak heran kalau mereka dengan rajin dan teliti memerhatikan dan menilai doktrin dan ajaran orang lain. Bagi mereka, menjadi kebanggaan kalau dapat menemukan kesalahan seseorang, supaya dapat mengkritisi, mengecam, dan menghakimi dengan tuduhan sesat. Menjadi kebanggaan yang lebih besar kalau tindakan mereka itu dapat dilihat, dibaca, atau didengar oleh banyak orang. Dengan cara itu, mereka merasa membela Tuhan dan kebenaran-Nya, padahal mereka hanya membela doktrin dan ajarannya sendiri, serta mengangkat diri untuk mendapat pengakuan dari orang lain bahwa dirinya hebat. Inilah langkah aktualisasi diri yang memang merupakan irama jiwa manusia pada umumnya. Anak-anak Allah yang benar tidak berkelakuan atau tidak bermartabat seperti itu.
Sebagai orang percaya—khususnya para teolog—kita harus mawas diri, artinya selalu introspeksi apakah hidup kita dalam perkenanan Allah atau tidak. Untuk itu, kita harus jujur terhadap kecenderungan adanya gejala-gejala jiwa di dalam diri kita. Kita harus selalu ingat, sebagai manusia yang memiliki kodrat dosa, ada kecenderungan melakukan segala sesuatu yang bertentangan dengan pikiran dan perasaan Allah. Tindakan yang kelihatannya tidak melanggar norma umum, ternyata bisa merupakan tindakan yang melukai hati Allah. Jika seseorang sungguh-sungguh menjumpai Allah dalam doa pribadi dan memperkarakan keadaan diri serta pengajarannya, Allah pasti memberikan tuntunan. Allah yang hidup pasti berbicara kepada mereka yang sungguh-sungguh memperlakukan Allah sebagai Pribadi yang hidup, bukan sekadar objek yang dinalar dari ruang kuliah, seminar, dan perpustakaan.
Banyak teolog tidak menyadari bahwa kodrat dosa masih ada di dalam kehidupannya, sehingga sebenarnya mereka masih terbelenggu oleh kodrat dosa, yaitu kesenangan-kesenangan jiwa dan daging yang belum dimatikan. Artinya, mereka belum hidup di dalam roh (Yoh. 8:12-14). Tentu saja hasrat-hasrat yang tidak sesuai dengan kekudusan Allah masih melekat di dalam dirinya. Itulah sebabnya, di antara mereka masih mengingini hidup wajar seperti manusia lain (hanya bedanya mereka berprofesi sebagai teolog atau pendeta). Karenanya, mereka juga menghendaki berbagai fasilitas seperti yang orang lain miliki. Mereka masih memiliki ambisi untuk menjadi terhormat. Jadi, tidak heran kalau mereka masuk dalam kancah perebutan kekuasaan di kepengurusan sinode, dan di seminari atau sekolah tinggi teologi. Di antara mereka, masih menyukai berbagai hiburan dunia. Tidak sedikit pula mereka yang melakukan pelanggaran moral.
Para teolog ini pada umumnya memperoleh nafkah hidup dari aktivitas mereka di gereja sebagai pe...
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Truth Daily EnlightenmentBy Erastus Sabdono

  • 5
  • 5
  • 5
  • 5
  • 5

5

3 ratings