Truth Daily Enlightenment

TERBIASA DALAM PEMERINTAHAN ALLAH


Listen Later

Ketika Tuhan Yesus berkatadalam Yohanes 4:34, “Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku …,” itu mungkin merupakan level defensif maupun level ofensif. Namun, “… Dan menyelesaikan pekerjaan-Nya,” itu sudah pasti sangat jelas level ofensif. Orang yang melewati dua level di atas adalah orang-orang yang sudah meninggalkan sikap antroposentris (berpusat pada manusia) dan egoisnya dan beralih pada teosentris (berpusat pada Allah). Banyak orang Kristen masih bersikap antroposentris, sehingga masih sangategosentris (mementingkan diri sendiri). Orang yang masih bersikap antroposentris sehingga bersikapegois adalah orang-orang yang tidak berjuanguntuk menyukakan hati-Bapadan melihatpekerjaan-Nya yang harus ditunaikan. Mereka tidak mengetahui rencana Bapa yang harus merekapenuhi. Biasanya, orang-orang seperti itu melakukan segala sesuatu demi memperoleh keuntungan, sekecil apapun keuntungan tersebut.
Menjaga perasaan Bapa untuk menyukakan hati-Nya tidak cukup hanya berbelaskasihan kepada orang yang sedang dalam kesulitan, menolong orang miskin, membuat rumah yatim piatu, membantu orang susah, dan lain sebagainya. Semua itujuga dilakukan oleh orang-orang beragamalainnya. Itu merupakanbahasa orang beragama secara umum. Sebagai anak-anak Allah, kita harus melihat perasaan Bapa dan rencana-Nya: apa yang Dia kehendaki untuk kita lakukan. Betapa istimewanya orang yang dipercayai oleh Allah untuk mengerti apa yang direncanakan Bapa untuk hidup masing-masing individu, dan menunaikan atau memenuhinya. Betapa berharga dan bernilainya orang-orang seperti ini!
Pada zaman sekarang ini, hampir tidak ditemukan orang yang hidup hanya untuk kesukaan hati Bapa sampai level ofensif. Manusia rata-rata masih bersifat egosentris. Hal ini sudah dikemukakan oleh Yesus,“Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin”(Mat. 24:12).  Ironisnya, tidak sedikit pendeta yang “melayani” Allah dengan aktif di gereja bukan karena melihat perasaan Allah, melainkan karena banyak kepentingan di dalam dirinya, yang tentu tidak terbaca dengan mudah oleh jemaat. Hal ini tidak dimaksudkan untuk menghakimi siapa pun. Dari fakta lapangan, kesalahan dan kegagalan dapatlah ditemukandenganmudah dan jelas.
Kita harus mengerti betapa berharganya hidup ini. Mengapa kita tidak mempersoalkan hal itu? Itu disebabkan karena kita sendiri belum bersentuhan dan belum menghayati keberadaan Pribadi Agung, Allah semesta alam ini. Banyak orang beragama bersentuhan dengan liturgi, hanya berupa Allah yang dinyanyikan, dikhotbahkan, dibicarakan, diseminarkan, dan didiskusikan, tetapi tidak bersentuhan langsung dengan pribadi-Nya. Para teolog, sarjana teologi, magister teologi, dan doktor teologi telah berbicara tentang Allah dengan sangat cakap, tetapi perilaku sebagian mereka tidak menunjukkan bahwa mereka mengenal Allah dan benar-benar bersentuhan dengan Dia. Sikap tidak hormat kepada Allah itu terlihat, ketika mereka berbicara dengan tidak menjaga perasaan orang lain; materialistis ketika bertemu orang berduit, berebut kedudukan, tampak sekali ambisi untuk bisa memperoleh sesuatu demi kesenangan dan kepentingannya sendiri. Kebanggaan mereka adalah capaian prestasi dalam dunia akademis, padahal mereka tidak sungguh-sungguh telah menyukakan hati Allah.
Kita harus menghayati bahwa ada mata yang melihat dirikitasetiap saat, yaitu ada Tuan Rumah yang memerintah kehidupan ini yaitu Allah Bapa. Dia selalu bersama dengan kita. Dia mengontrol dan memonitor kita. Oleh sebab itu, kita harus benar-benar berhati-hati dengan segala sesuatu yang kita lakukan. Allah memang seakan-akan tidak terganggu ketika kita hidup tidak benar. Namun sebenarnya, Allah berduka ketika kita melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan kehendak-Nya. Demikian pula, Allah seakan-akan tidak merespons ketika kita belajar hidup sesuci-sucinya. Padahal sesungguhnya, segala sesuatu yang kita lakukan sesuai dengan kehendak Bapa itumenyukakan hati-Nya
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Truth Daily EnlightenmentBy Erastus Sabdono

  • 5
  • 5
  • 5
  • 5
  • 5

5

3 ratings