Truth Daily Enlightenment

Terhilang Dalam Gereja


Listen Later

Di dalam Injil Lukas 15, kita bisa membaca kisah mengenai anak yang terhilang. Tentu kita sudah belajar bahwa anak yang terhilang itu bukan hanya satu, melainkan sejatinya, yang terhilang adalah kedua. Yang satu, hilang dari rumah bapaknya. Dia pergi menghambur-hamburkan uang. Dan yang kedua, kakaknya, hilang di dalam rumah. Ketika si Bungsu pulang dan ayahnya menyambut si Bungsu dengan mengadakan pesta, si Sulung tidak mau masuk rumah. Sampai perumpamaan itu diakhiri oleh Yesus, tidak ada penjelasan apakah si Sulung akhirnya masuk rumah atau tidak. Sang Bapak pergi menemui si Sulung untuk memberikan pengertian kepada si Sulung yang sedang marah. Ia tidak mengerti mengapa adiknya yang sudah memberontak itu masih diterima pulang, bahkan Sang Ayah mengadakan pesta menyambut kepulangannya.
Dari pernyataan tersebut, jelas si Sulung tidak memiliki hati yang seirama dengan ayahnya. Dengan sikapnya yang tidak mau masuk rumah, sebenarnya ia mempermalukan ayahnya. Ia “menampar” muka ayahnya di depan tamu-tamu undangan, di depan para hamba ayahnya. Jadi, si Sulung ini menyakitkan hati sang Bapak. Bahkan, akhirnya si Sulung lebih menyakitkan hati ayahnya dibanding adiknya yang pernah terhilang dan sudah kembali. Jadi, ada yang hilang di luar rumah tetapi kembali, dan ada yang hilang di dalam rumah dan mungkin tidak pernah kembali.
Dari kisah ini kita belajar, jangan karena kita merasa kita sudah menjadi orang Kristen yang rajin ke gereja, berarti kita tidak terhilang. Jangan karena kita merasa sebagai aktivis gereja, majelis, kita bukan orang terhilang. Bahkan, tidak jaminan seorang pendeta  tidak terhilang, walaupun ia memiliki jabatan rohani dan disebut rohaniwan. Apa yang menjadi ciri dari orang terhilang itu? Untuk ini, kita tidak boleh memahaminya secara dangkal. Kalau seseorang tidak pernah ke gereja, mabuk-mabukan, pergi ke tempat pelacuran atau melakukan pembunuhan atau perjudian, berarti mereka adalah orang yang terhilang, benar. Tapi jangan naif. Kalau yang dikategorikan sebagai orang terhilang hanya sebatas itu, maka kita ada dalam bahaya. Kita bisa tidak sadar kalau kita sendiri adalah orang terhilang.
Ketika seseorang tidak menangkap pikiran, perasaan Allah, tidak tahu apa kehendak Allah dalam hidupnya, ia terhilang. Seperti si Sulung, ia ada di dalam rumah tapi tidak tahu apa yang diingini ayahnya. Orang Kristen, aktivis, bahkan pendeta sekalipun, kalau tidak tahu apa yang diingini Allah Bapa dalam hidupnya, dia terhilang. Memang mereka melakukan pekerjaan-pekerjaan sebagaimana si Sulung melakukan pekerjaan-pekerjaan rumah. Dia membantu orangtuanya dengan baik. Makanya si Sulung berkata bahwa dia sudah membantu orangtuanya, tetapi seekor anak kambing pun tidak diberikan, padahal yang dimiliki ayah juga merupakan milik dia. Sang Ayah berkata bahwa apa ia (sang Ayah) miliki adalah milikinya (si Sulung) juga. Namun, si Sulung rupanya tidak seirama dengan ayahnya, dia terhilang di dalam rumah.
Ini merupakan gambaran dari orang-orang Kristen yang ada di dalam gereja, tetapi tidak seirama dengan Allah Bapa. Pekerjaan gereja dilakukan, tetapi banyak motivasi terselubung di balik kegiatan pelayanan tersebut. Bukan tidak mungkin itu semua hanya sebuah kamuflase atau sarana untuk mendapatkan keuntungan materi atau harga diri atau sanjungan, dan lain-lain. Ciri orang yang terhilang adalah tidak makin seperti Yesus, tidak memiliki perasaan Yesus. Pikiran, perasaan Kristus adalah mengasihani musuh, ditempeleng pipi kanan beri pipi kiri, mengerti orang lain, memaafkan, rela berkorban, berkorban tanpa batas. Yang begini sudah jarang kita temukan di gereja. Dari pemantauan penulis sejak lebih dari 40 tahun melayani pekerjaan Tuhan, penulis melihat pertikaian di dalam gereja, saling menyingkirkan, saling mengata-ngatai, saling memburuk-burukkan di belakang, sampai fitnah, menikam dari belakang, mengkhianati. Bahkan, di dalam lingkungan gereja ada orang-orang yang dibesarkan oleh pendetanya penuh kasih sayang tapi ...
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Truth Daily EnlightenmentBy Erastus Sabdono

  • 5
  • 5
  • 5
  • 5
  • 5

5

3 ratings