Pasrah itu sering disalahartikan sebagai menyerah.
Bagi Kanjeng Gusti Mangkoenagoro X, pasrah adalah cara memahami proses, tentunya sambil tetap berjuang. Di usia 24 tahun, Kanjeng Gusti Mangkoenagoro X kehilangan ayahnya, lalu mewarisi tanggung jawab memimpin Mangkunegaran yang sudah berdiri 269 tahun. Bukan karena kompetensi, katanya, tapi karena garis keturunan, justru di situ, beban sekaligus privilege itu terasa nyata.Di Makna Talks Specials kali ini kami bicara banyak hal: bagaimana sebuah kerajaan bertahan tanpa kekuasaan politik, bagaimana Malam Satu Suro dapat berkembang sesuai zaman tanpa kehilangan esensi sampai bagaimana filosofi waktu di sistem kalender Jawa bisa jadi jawaban untuk kelelahan hidup modern kita.
---------------
Thank you for watching, don't forget to subscribe and turn on notifications on these videos to be the first to know our next episodes. Also, if you're reading until this section, comment down below your favorite part from this podcast!Makna Talks is available on Spotify and Youtube. Twitter: @maknatalksInstagram: @maknatalksBusiness: [email protected]