Fluent Fiction - Indonesian:
The Stolen Brushstrokes: Integrity in Ubud's Downpour Find the full episode transcript, vocabulary words, and more:
fluentfiction.com/id/episode/2026-01-10-08-38-20-id
Story Transcript:
Id: Hujan deras mengguyur kota Ubud, membasahi setiap sudut dengan gemericik air.
En: The heavy rain drenched the city of Ubud, soaking every corner with the sound of water splashing.
Id: Di dalam Museum Seni Ubud, Dewi berdiri memandangi kaca besar tinggi yang menyatu dengan arsitektur tradisional dan modern museum itu.
En: Inside the Ubud Art Museum, Dewi stood gazing at the large, tall window that harmonized with the museum's traditional and modern architecture.
Id: Sebagai kurator seni, dia bangga dengan pameran besar malam itu, hingga kabar buruk tiba di telinganya.
En: As an art curator, she was proud of that night's major exhibition, until bad news reached her ears.
Id: "Sebuah lukisan hilang," kata Raka, penjaga keamanan museum yang berhati lembut dan bercita-cita menjadi kolektor seni.
En: "A painting is missing," said Raka, the museum security guard with a gentle heart who aspired to be an art collector.
Id: Raka gugup, tapi juga bersemangat, seperti campuran antara rasa tanggung jawab dan impian pribadi yang memberatkan hatinya.
En: Raka was nervous, but also excited, a mix of responsibility and personal dreams weighing down his heart.
Id: Lukisan yang hilang itu adalah karya terkenal yang baru didatangkan dari salah satu kolektor pribadi.
En: The missing painting was a famous piece recently brought in from a private collector.
Id: Dewi tahu betapa pentingnya lukisan itu, bukan hanya dari sisi finansial, tapi juga karena nilai budaya yang terkandung di dalamnya.
En: Dewi knew how important the painting was, not just financially, but also because of the cultural value it held.
Id: "Relax, Raka.
En: "Relax, Raka.
Id: Kita akan menemukannya sebelum museum dibuka esok hari," ujar Dewi menenangkan, meskipun dalam hatinya ada kecurigaan yang menari-nari.
En: We will find it before the museum opens tomorrow," Dewi reassured him, although in her heart, suspicions began to dance.
Id: Ada satu orang yang selama ini dia percayai, kini meragukan.
En: There was one person she had trusted all this time, now doubtful.
Id: Mereka berdua memutuskan untuk menelusuri kembali langkah-langkah selama persiapan pameran.
En: The two of them decided to retrace their steps during the exhibition preparations.
Id: Suara air hujan di atap kaca mengikuti mereka ketika mereka menjelajah setiap sudut museum.
En: The sound of rain on the glass roof followed them as they explored every corner of the museum.
Id: Raka, meski ragu, setia di sisi Dewi, tangannya bergetar sedikit saat melewati ruang penyimpanan yang tersembunyi.
En: Raka, though doubtful, remained loyal by Dewi's side, his hands trembling slightly as they passed by a hidden storage room.
Id: "Lihat, di sini!
En: "Look, here!"
Id: " Raka memanggil, menunjuk sebuah pintu kecil yang setengah tertutup.
En: Raka called, pointing to a small door that was half ajar.
Id: Sedikit cahaya menembus ruangan tersebut, dan di dalam, terletaklah lukisan itu, tersembunyi di antara kotak-kotak kosong.
En: A bit of light penetrated the room, and inside, lay the painting, hidden among empty boxes.
Id: Raka mendekat, menatap lukisan dengan pandangan penuh keinginan.
En: Raka approached, gazing at the painting with a look full of desire.
Id: Ada momen di mana hatinya terombang-ambing, terpikir untuk memiliki lukisan tersebut, mengubah mimpi menjadi kenyataan.
En: There was a moment when his heart wavered, contemplating owning the painting, turning dreams into reality.
Id: Namun, dalam hatinya, sebuah kesadaran tumbuh.
En: However, within his heart, an awareness grew.
Id: Seni bukan hanya nilai jual.
En: Art was not just a commodity.
Id: Itu adalah warisan, jiwa dari budaya yang tak ternilai.
En: It was heritage, the soul of invaluable culture.
Id: Dengan napas dalam, Raka mengangkat lukisan itu dan menyerahkannya kepada Dewi.
En: With a deep breath, Raka lifted the painting and handed it to Dewi.
Id: "Ini harus kembali ke tempatnya," katanya, mantap.
En: "This must go back to its place," he said, firmly.
Id: Dewi mengangguk, tersenyum dengan bangga.
En: Dewi nodded, smiling proudly.
Id: Di tengah derasnya hujan, keduanya berhasil mengembalikan lukisan ke tempatnya di ruang pameran.
En: Amid the heavy rain, the two of them managed to return the painting to its place in the exhibition room.
Id: Raka, dengan keputusannya, menemukan ketenangan.
En: Raka, with his decision, found peace.
Id: Rasa hormatnya terhadap seni dan pekerjaannya kian mendalam.
En: His respect for art and his job deepened.
Id: Malam itu berlalu dengan puas di hati mereka.
En: That night passed with satisfaction in their hearts.
Id: Dewi pun yakin bahwa museum Ubud, dalam segala keindahannya, aman di tangan yang tepat.
En: Dewi was also confident that the Ubud museum, in all its beauty, was safe in the right hands.
Id: Raka tidak hanya menemukan kembali lukisan, tetapi juga nilai sebenarnya dari integritas dan kepercayaan.
En: Raka not only found the painting but also the true value of integrity and trust.
Vocabulary Words:
- drenched: mengguyur
- soaking: membasahi
- gazing: memandangi
- architecture: arsitektur
- curator: kurator
- exhibition: pameran
- reassured: menenangkan
- suspicions: kecurigaan
- retraced: menelusuri
- trembling: bergetar
- penetrated: menembus
- wavered: terombang-ambing
- commodity: nilai jual
- heritage: warisan
- integrity: integritas
- trust: kepercayaan
- satisfaction: puas
- reflected: terpantul
- harmonized: menyatu
- weighing: memberatkan
- financially: finansial
- aspired: bercita-cita
- loyal: setia
- explored: menjelajah
- hidden: tersembunyi
- desire: keinginan
- awareness: kesadaran
- firmly: mantap
- returned: mengembalikan
- peace: ketenangan