Sangat penting untuk sebuah penelitian dalam menentukan apa yang dimaksud dengan realitas atau pengetahuan (ontologi) dan apa yang bisa dianggap sebagai pengetahuan yang bisa diterima (epistemologi) karena hal tersebut sangat menentukan pendekatan riset atau metodologi yang akan digunakan oleh sebuah penelitian (Bryman and Bell, 2011; Cunliffe, 2011). Ontologi berkaitan dengan sifat dasar (nature) dari entitas sosial, apakah sebuah entitas sosial dapat dianggap sebagai entitas yang objektif yang memiliki realitas di luar dari aktor sosial (objektivisme) atau apakah entitas sosial dianggap sebagai entitas yang terkonstruksi secara sosial, yang terbentuk dari persepsi dan aktivitas aktor sosial (subjektivisme/konstruksionisme) (Chua, 1986; Johnson and Duberley, 2000; Bryman and Bell, 2011). Epistemologi adalah kepercayaan terhadap bagaimana suatu pengetahuan terbentuk dan tia menentukan apa yang dianggap sebagai realitas yang dapat diterima dengan menentukan kriteria-kriteria dan proses penilaian terhadap “kebenaran” atau realitas yang diklaim (Chua, 1986; Hopper et al., 2014).