Notifikasi pesanmu masih menyala
dan aku belum siap membacanya.
Ku habiskan secangkir kopi
menyambung setengah batang rokok yang tadi mati
Aku tak ingin melihat tanda tanyamu
karena ia selalu menuntut tanda seru
Dan benar,
isi pesanmu adalah sebuah pertanyaan:
apakah kamu sudah bahagia dengan kehidupanmu yang sekarang?
"Aku tidak fanatik pada kebahagiaan.
Bagiku semua perasaan itu baik!"
ketikan itu ku terjang
Entah perasaan macam apa yang hadir ketika kau membacanya.
Yang jelas, setelah setengah jam kau baru membalasnya:
kamu gak pernah berubah ya...
Aku tahu, pernyataan itu penuh luka mungkin juga penyesalan.
Karena jawabanku pasti mengingatkanmu pada ujung kisah dimana kau meminta perpisahan,
karena merasa tak menemukan kebahagiaan
sedangkan aku mencoba bertahan karena yang ku inginkan bukan bahagia
tapi kamu.
Singkatnya, yang butuh kebahagiaan adalah kamu.
Dan aku mengikhlaskanmu mencari kebahagiaan diluar diriku
Entah kau telah menemukannya atau belum
Yang jelas, tiba-tiba kau berkata:
"Maaf, aku dulu egois, bolehkah aku kembali?"
Aku tak ingin melihat tanda tanyamu
karena ia selalu menuntut tanda seru
Sedangkan tanda seru tak bisa diletakkan di akhir kalimat yang ragu-ragu