Truth Daily Enlightenment

Tidak Bisa Bersalah


Listen Later

“Yesus yang lain” adalah “Anak Manusia” yang tidak dapat berbuat dosa, sedangkan Yesus yang benar atau asli adalah “Anak Manusia” yang bisa berbuat dosa, tetapi Ia tidak berbuat dosa. Kebenaran ini juga sangat bertalian dengan pertaruhan kita sebagai pengikut-Nya yang harus meneladani sikap hidup-Nya. Kalau dikatakan bahwa Yesus bisa berbuat dosa atau melakukan suatu kesalahan, hal ini bukan menyangkal ke-Allahan-Nya, juga tidak bermaksud merendahkan derajat Yesus dan melecehkan-Nya. Ketika orang berpandangan bahwa Yesus dirancang tidak bisa bersalah, itu justru sebuah pelecehan, seakan-akan semua pergumulan Yesus yang dikisahkan dalam Injil adalah “sandiwara belaka.” Terkesan pula bahwa pergumulan menyelamatkan umat manusia bukan sesuatu yang diperjuangkan dengan berat dan serius, sebab Yesus pasti menang sesuai dengan skenario. Semua terkesan hanya main-main, seperti sebuah sandiwara yang telah disusun alur ceritanya. Sebagai pribadi yang agung, Allah tentu saja tidaklah demikian.
Kalau Yesus tidak bisa berbuat dosa, Dia tidak bisa menjadi pokok keselamatan (Yun. aitios) bagi mereka yang taat kepada-Nya. “Pokok keselamatan” artinya mengubah manusia menjadi seperti Dia, yang bisa taat sampai mati, bahkan mati di kayu salib. Taat kepada Yesus berarti mengikuti jejak-Nya (Ibr. 5:9). Bagaimana Yesus bisa menjadi pokok keselamatan kalau Ia tidak berkeadaan seperti manusia pada umumnya? Bagaimana kita bisa mengikuti jejak pribadi yang keadaannya berbeda dengan manusia? Orang percaya memiliki alasan untuk menyatakan bahwa tidak mungkin bisa meneladani hidup Yesus yang memang dirancang untuk tidak bisa bersalah. Ini berarti Yesustidak bisa menjadi teladan. Itu adalah “Yesus yang lain.” Jadi, perintah untuk menjadi seperti Yesus bisa dianggap percuma, sia-sia. Lebih konyol lagi, kalau timbul tuduhan bahwa Allah tidak fair, sebab kepada Putra Tunggal-Nya, Ia memberi keistimewaan—yaitu tidak bisa berbuat dosa (kebal terhadap dosa)—sementara orang percaya dikehendaki untuk menjadi serupa dengan Dia, tetapi tidak diberi keistimewaan yang sama (kekebalan terhadap dosa).
Kalau Yesus tidak bisa berdosa, niscaya Iblis tidak akan mencobai-Nya dengan gencar. Setelah Ia keluar dari baptisan Yohanes dan menerima pengakuan dari Bapa, bahwa Ia adalah Anak yang berkenan bagi Bapa (Mat. 3:17), Ia mulai menghadapi pencobaan di padang gurun (Mat. 4:1-3; Luk. 4:1-13). Berikutnya, Yesus beberapa kali hendak diangkat menjadi raja menurut versi Yahudi, tetapi Ia menolak (Yoh. 6:15; 12:12-19) dan lain sebagainya. Puncak pencobaan yang dialami Yesus adalah ketika Ia merasa bahwa Bapa-Nya meninggalkan Dia, tetapi Ia tetap menaruh percaya kepada Bapa, sehingga Ia menyerahkan nyawa-Nya kepada Bapa (Mrk. 15:34-37). Dari oleh Yesus dapat mengatasi semua pencobaan yang dialami-Nya dan tampil sebagai pemenang. Kalau Yesus tidak bisa berbuat dosa, Iblis tidak akan berusaha menjatuhkan-Nya dengan berbagai pencobaan.Tidak mungkin Iblis mencobai Yesus, kalau Yesus tidak bisa gagal.
Yesus juga tidak akan berdoa dengan ratap tangis kepada Dia yang sanggup melepaskannya dari maut, kalau Ia tidak bisa berbuat dosa dan gagal melakukan tugas Bapa (Ibr. 5:7-9). Ini berarti semua pergumulan yang dihadapi-Nya adalah sandiwara semata-mata dan dengan demikian, Allah adalah penipu. Namun yang benar, semua berlangsung melalui suatu pergumulan yang nyata, bukan sandiwara. Ia bisa berbuat dosa, tetapi Yesus memilih taat kepada Bapa, sampai mati di kayu salib. Karena kemenangan-Nya, kita bisa diselamatkan.Ia bisa menjadi pokok keselamatan bagi orang yang taat kepada-Nya (Ibr. 5:8-9).
Sejatinya, kalau kita memandang bahwa Yesus bisa berbuat dosa, hal itu tidak membuat kita kurang menghormati Yesus atau bentuk pelecehan terhadap diri-Nya yang Mahaagung. Justru sebaliknya, kita jadi lebih menghormati dan mengagumi-Nya. Kita bersyukur atas perjuangan-Nya yang hebat dan kesetiaan serta kegigihan-Nya dalam menyelesaikan tugas penyelamatan dunia yang dipercayakan ...
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Truth Daily EnlightenmentBy Erastus Sabdono

  • 5
  • 5
  • 5
  • 5
  • 5

5

3 ratings