
Sign up to save your podcasts
Or


Viral jadi salah satu KPI yg sering digunakan oleh para pebisnis akhir-akhir ini. Lepas dari reasonable atau tidaknya hal ini, sayangnya viral nggak pernah bisa digaransi. Terlebih lagi ketika kita tidak pernah berusaha mencoba memformulasi viral. Di video ini saya mencoba menggarisbawahi beberapa hal yang bisa membantu ke-viral-an sebuah konten, dengan persepektif neuromarketing tentunya. Video dalam podcast ini bisa didapatkan juga di buku Brain & brand yang bisa didapatkan di: https://linktr.ee/Brain_n_brand
Kegagalan sebuah produk/brand atau campaign seringkali hanya karena masalah sepele, yaitu campaign dan communication plannya tidak mengena. Ketika ditanya solusinya. Ternyata nggak sebegitu ribetnya, yaitu Marketing/creative brief. Sayangnya nggak banyak yang bisa bikin brief yang tajam, ada yang nggak tau formulanya, nggak sedikit juga yang tau formulanya tapi ga punya kemampuan bikin yang tajam. Video dalam podcast ini bisa didapatkan juga di buku Brain & brand yang bisa didapatkan di: https://linktr.ee/Brain_n_brand
Mimpi dari banyak brand adalah bikin konsumen sebegitu menginginkan brand tersebut. Nggak jarang yang pingin sekali bikin mereka "kecanduan". Walaupun tidak persis sama, tapi kecanduan pada brand, pada idola bekerja agak mirip dengan kecanduan pada zat adiktif. Video ini menjelaskan secara singkat bagaimana kecanduan bekerja, bukan untuk mendorong brand untuk bikin orang kecanduan, tapi justru untuk mempertimbangkan ulang untuk TIDAK BIKIN ORANG KECANDUAN. Bahasan di podcast ini juga bisa didaptkan di buku Brain & Brand yang bisa didapatkan di: https://linktr.ee/Brain_n_brand
Sosial media selain membuka kesempatan bagi semua orang untuk saling terkoneksi juga membuka kesempatan bagi orang2 terpilih untuk bisa meraup kekayaan dari profesi influencer. Kenapa influencer bisa sebegitu berpengaruh. saya membahasnya dari sisi behavioral science. topik ini juga dibahas dalam di buku brain & brand. bisa didapatkan di: https://linktr.ee/Brain_n_brand
Banyak yang bilang, emotional itu jauh lebih penting dari rational dalam bisnis. Tapi kenapa banyak iklan dan penjual masih fokus pada hal-hal teknis yang rasional?
Kebaruan memang banyak membantu brand. tapi apakah segala sesuatu yang baru baik untuk brand?
Attention adalah hal penting dalam marketing, namun bukan segalanya. Brand butuh sesuatu yang lebih besar dari attention. Attention hanyalah pintu masuk. sehingga brand nggak bisa asal caper.
Data driven penting. permasalahannya ada bbrp situasi di mana data dan fakta tidak stabil. apa yang jalan belum tentu akan jalan selamanya, dan apa yang tidak jalan belum tentu tidak akan jalan selamanya. Bagaimana membalancenya?
Consumer insight penting. Namun ini bukan sekedar mendapatkan dari apa yang terucap secara eksplisit
Bagaimana Bisnis dan marketer harus memanage short term dan long term game
From the publisher's feed