
Sign up to save your podcasts
Or


Brewokan, Rambut kriwil kriwil, Ramah, murah senyum, Itulah mungkin segelintir yang kta tahu dari sosok Santi Hernandez yang tak lain tak bukan merupakan Crew Chief dari Marc Marquez Alenta, Juara dunia GP 7 kali sampai Jelang GP Thai 2019. Jika Marc Marquez memilai suka pada Motor di usia 4 tahun, Santi Hernandez ini Juga dikenalkan Sepedamotor mulai usia 4 tahun namun ia terus memutuskan untuk tidak menyukai Sepeda motor dan lebih fokus ke sepak bola. " I was four when my father gave me my first motorcycle, I never wanted to ride a motorcycle. I liked to play football with my friends . . "
Masih ingat Artikel Mat Oxley mengenai Ducati's Man-Management Disaster Waktu menangani masalah Kontrak Jack Miller Yang dikaitkan dengan Jorge Lorenzo dan lain lain? Yes Kala itu Miller sempat kesal Karena ia sedang ngarep ngarepnya soal Done-deal perpanjangan Kontrak dengan Ducati yang terkesan ' digantung ' eh tiba tiba Management Ducati kedapatan Bicara dengan Agen dari Jorge Lorenzo dengan sinyalemen untuk memperoeh satu Seat Ducati 2020 dengan mengorbankan Seat Pembalap yang paling Mungkin Yakni Miller. Walau akhirnnya Miller tetap Bersama Ducati dan Lorenzo lanjut dengan Honda, namun jelas bisa jadi kesan ini membekas di dalam Ingatan Miller dan Bisa membuatnya hati hati ke-depan karena Bukan jaminan saja Gaya-gaya management SDM ala Mafioso ini hadir kembali di masa yang akan datang.
Di hari pertama Sepang test 2018 Manuel Pecino kembali berbicara satu hal lagi kepada tmcblog . . Kali ini mengenai apa saja Yang dikatakan Oleh dua orang petinggi Ducati Italia, Manuel Menyebutkan kedua orang tersebut adalah Gigi Dall’igna dan Claudio Domenicali . . . Manuel Menyebutkan bahwa Gigi Sempat Komplain ( Manuel menyebutnya Marah besar ) kepada Domenicali bahwa ada satu keputusan Ducati yang bisa jadi merupakan satu Kunci kekalahan Ducati Dari Honda di MotoGP 2017 . . nah dari Komplain Gigi Dall’Igna kepada Claudio Domenicali ini lah Cerita ini bermula . . .
Buat apa buang buang Tenaga dan alokasi ban buat sesuatu yang tidak mewakili Riset Setup yang akan dilakukan untuk hari ahad, buat apa Jadi yang tercepat di sesi yang tidak akan dirasakan saat race. Pada akhirnnya Winners Takes It ALL ; tercepat di FP3 dan Warm-up adalah catatan yang akan terhapus dari memori orang ketika orang lain yang jadi Juara saat Race day. Ungkapan sadis sih . . .
Duapuluh empat lap Lamanya Fabio Quartararo Memimpin race dan Dua puluh tiga lap lamanya pula Marc Marquez mengikuti Fabio dari posisi kedua di Race MotoGP Misano 2019. Ini adalah pertama Kalinya Dua Pembalap berbeda Generasi Fight Head to Head Yang tentu dibalik Menang ataupun Kalah pastinya memiliki arti dan Keuntungan tersendiri Bagi keduanya. 23 Lap Tentulah Berarti Buat Marc Marquez untuk memperlajari Salah satu Rookie Paling mengkilap di tahun ini yang bisa jadi akan menjelma sebagai lawan beratnya di tahun tahun mendatang. 24 Lap tentu Sangat berarti Buat Fabio Untuk Menggembleng mentalnya sendiri di bawah tekanan pembalap 7 Kali Juara dunia GP yang tentu sangat punya banyak pengalaman dibanding dirinya sendiri.
Ada yang kenalnya Frame ini dengan nama Deltabox, ada yang kenal dengan nama Twin-spar, ada yang tahunya Perimeter Frame . . Siapa Penemunya? Nggak jarang karena memang sasis jenis ini lebih dahulu terkenal dengan nama Deltabox di Indonesia ada yang bilang sasis ini yang menemukan adalah Yamaha. Yap Yamaha dari dahulu sampai sekarang memang piawai memberikan Nama yang bagus bagus pada penemuannya sehingga tak jarang menjadi Trending topik yang bahkan mungkin membuat Nama yang dipatenkan Yamaha Lebih terkenal dibandingkan nama umum dari penemuan tersebut . . . Nah sekarang kita akan kenalan asal muasal dari Frame/ Sasis jenis Twin spar atau perimeter atau mungkin sobat kenalnya dengan nama ‘ deltabox’
Marc Marquez merasa benar benar sakit ketika dikalahkan untuk kedua kalinya di dua Race berturut turut MotoGP Austria dan MotoGP Inggris 2019. Di Austria ia dikalahkan Oleh Dovizioso dan Di Inggris Marc dikalahkan Oleh Alex Rins. Marc Mengaku bahwa kekalahan di Austria lebih menyakitkan ketimbang di Inggris. Namun kalau menurut tmcblog ada potensi bahwa seharusnya kekalahan di Silverstone Inggris inilah yang lebih menyakitkan. Yap Kalau di Silvertone ini Jelas Banget lebih di-‘kadalin’ sama Alex Rins. Namun ini juga tidak terlepas dari kecerdikan dan kecerdasan Alex Rins sepanjang race berlangsung. Di Silverstone inilah secara gamblang Rins memperlihatkan kepada kita semua dengan segamblang gamblangnya kelebihan Suzuki GSX-RR ketimbang Motor motor lainnya yakni di Mid-Corner-Speed. Kecepatan di tengah tikungan terutama ketika beraksi di beberapa tikungan parabolic.
From the publisher's feed