Truth Daily Enlightenment

Transenden Menjadi Imanen


Listen Later

Sangatlah mudah kalau seseorang memercayai dan mengakui bahwa Allah hadir dalam kehidupan hanya secara akali. Tetapi, pengakuan itu tidak cukup membuat seseorang sungguh-sungguh mengalami kehadiran Allah. Tidak banyak orang Kristen yang sungguh-sungguh mengalami kehadiran Allah dalam hidupnya secara pribadi. Pada umumnya, mereka sangat miskin dalam pengalaman hidup di hadirat Allah. Tidak sedikit pula mereka yang menggantikan hidup di hadirat Allah dengan teologi atau pengenalan mengenai Allah dalam pikiran semata-mata. Pengenalan mengenai Allah yang mereka miliki hanyalah teori-teori yang belum terbukti dalam kehidupan mereka secara konkret. Ironisnya, banyak teolog yang merasa puas dengan teori-teori tersebut, dan mereka merasa bahwa dengan memiliki teologi dalam pikiran, mereka sudah mengalami perjumpaan dengan Allah. Kebodohan ini telah berlangsung selama bertahun-tahun, bahkan beberapa abad. Dan sebagai akibatnya, gereja di dunia ini semakin mengalami kemerosotan. Potret dari keadaan gereja seperti ini terutama tampak pada gereja-gereja di Barat.
Kehidupan banyak orang Kristen sangat berbeda dengan kehidupan para tokoh iman dalam Alkitab yang telah berjalan dengan Tuhan. Bagi mereka, mengalami kehadiran Allah bukan sesuatu yang luar biasa lagi, melainkan sesuatu yang biasa dan natural. Itulah kehidupan mereka setiap hari. Mereka belajar teologi dari pengalaman hidup secara konkret. Teologi mereka adalah teologi dari pengalaman hidup dalam berinteraksi dengan Allah. Itulah teologi yang diperagakan dalam hidup secara konkret, bukan hanya ada di dalam pikiran. Teologi mereka tentu memiliki “jiwa” atau “nyawa” yang menghidupkan. Ini berbeda dengan teolog sekarang yang mana teologinya hanya membuat seseorang berteori mengenai Allah, tetapi tidak menghidupkannya.
Tidak sedikit teolog dan pendeta yang memiliki pengetahuan teologi yang diperoleh hanya dari bangku sekolah teologi. Mereka menjadikannya sebagai nilai diri, namun hal tersebut tidak membawa dampak bagi orang lain. Sehingga, pada dasarnya, pelayanan mereka tidak membuat jemaat diubahkan untuk menjadi serupa dengan Yesus; mengerti maksud keselamatan diberikan. Mereka hanya memindahkan pengetahuan teologi dari pikirannya sendiri yang diperoleh di bangku sekolah, ke dalam pikiran jemaat. Itulah teologi yang tidak menghidupkan. Mereka merasa dengan berbekal pengetahuan teologi yang mereka miliki, mereka merasa berhak melayani dan mengajar orang lain. Kalau jujur, sebenarnya mereka “tidak terlalu dibutuhkan.” Gereja dan jemaat telah terpola dengan pola mekanisme pelayanan yang mau tidak mau harus memberi ruangan bagi mereka menjadi “hamba Tuhan,” guna mengisi pekerjaan dalam gereja.
Paulus mengingatkan bahwa hari-hari ini adalah jahat (Ef. 5:15-17). Banyak orang berpikir bahwa manusia dapat hidup tanpa kehadiran Allah. Pengaruh semacam ini tanpa terasa telah membentuk jiwa dan kepribadian banyak orang Kristen dan teolognya. Itulah sebabnya, dapat ditemui ada banyak orang Kristen yang hanya ber-Tuhan pada hari Minggu di gereja. Di luar hari Minggu atau di luar hari kebaktian, mereka hidup kembali dalam kewajaran seperti anak-anak dunia yang tidak hidup dalam hadirat Allah. Kebiasaan hidup di luar hadirat Allah menjerumuskan mereka ke dalam kehidupan yang tidak dikenal oleh Allah, sebab hanya orang yang hidup di hadirat Allah yang memiliki hati yang takut akan Allah, sehingga dapat melakukan kehendak Bapa. Hanya orang yang melakukan kehendak Bapa yang diperkenankan masuk surga.
Allah adalah Allah yang transenden, maksudnya bahwa Allah adalah Allah yang melampaui segala akal dan pengalaman (transempiris). Namun demikian, dalam eksistensi-Nya yang transenden tersebut, Allah berkenan menyatakan diri-Nya sehingga manusia dapat mengenali-Nya dan hadir dalam kehidupan. Itulah sebabnya, Ia juga adalah Allah yang imanen, artinya manusia dapat memahami dan mengenali-Nya. Kalau Allah berkenan menyatakan diri sehingga menjadi imanen bagi manusia,
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Truth Daily EnlightenmentBy Erastus Sabdono

  • 5
  • 5
  • 5
  • 5
  • 5

5

3 ratings