Truth Daily Enlightenment

Tuhan, Engkau Problemku Satu-satunya


Listen Later

Dalam hidupnya, manusia tidak mungkin lepas dari problem; manusia tidak mungkin lepas dari persoalan. Bahkan, persoalan atau problem yang benar itu akan dialami seseorang bukan hanya selama di dunia. Di kekekalan pun ini menjadi masalah atau menjadi problem; di surga pun menjadi masalah atau problem. Problem apa yang masih ada di surga? Bedanya memang, problem itu kalau di dunia ini diusahakan dengan kesukaran. Tapi kalau di surga, tidak. Problem apa itu? Problem itu adalah Tuhan sendiri. “Tuhan, itulah problem-ku.” Pada umumnya, yang dijadikan problem adalah sakit-penyakit, belum memiliki jodoh, belum memiliki anak, belum memiliki pekerjaan, belum memiliki rumah pribadi, dsb. Tetapi orang percaya yang benar akan berkata: “Tuhan, Engkau satu-satunya problem-ku. Problem-ku adalah bagaimana aku hidup menyenangkan Engkau dan tidak mendukakan hati-Mu.” Itu problem utama yang harus kita perjuangkan selama kita di dunia, dan itu berat. Kenapa berat? Karena kita memiliki kodrat dosa. Sementara kita memiliki kodrat dosa, kita mau hidup seturut dengan kehendak roh. Padahal, kehendak roh bertentangan dengan kehendak daging, sehingga terjadi pergumulan, pergulatan yang luar biasa.
Kita anggap ini problem, karena kita menghadapi diri kita yang egois, yang masih mau dipuaskan atau disenangkan, sementara kita harus menundukkan diri sepenuh kepada Allah. Ini problem-nya. Oleh sebab itu, tidak mungkin kita tidak memiliki perjuangan. Pasti ada perjuangan. Ini yang dikatakan oleh Yesus, “masuklah jalan sempit. Karena banyak orang berusaha tapi tidak bisa masuk.” Dan memang, banyak orang yang dipanggil, sedikit yang dipilih. Jadi, keselamatan yang Tuhan berikan kepada kita itu bukan sesuatu yang membuat kita mudah masuk surga. Keselamatan membuat pintu surga terbuka, tapi untuk masuk surga itu, kita harus berjuang. Berjuang untuk menjadi manusia yang layak masuk Kerajaan itu. Sama seperti kita dapat mobil. Mobil itu anugerah, kita tidak beli. Mobil itu kasih karunia. Tetapi untuk bisa mengendarai mobil itu, itulah persoalannya. Kita harus belajar mengendarai mobil.
Ini serupa dengan hal keselamatan, sama persis. Keselamatan diberikan gratis, pintu surga dibuka. Tapi untuk masuk dan layak menjadi anak-anak Allah, itu perjuangan atau pergumulan. Oleh sebab itu, kita harus membebaskan diri dari segala problem. Kita tidak boleh menganggap sesuatu sebagai problem, kecuali apakah itu mendukakan hati Allah atau menyukakan-Nya. Kalau kita masih menjadikan segala sesuatu masalah, maka kita akan terbelenggu di situ dan akan terseret masuk neraka. Tapi kalau kita berkata: “Problemku hanya Tuhan, yaitu bagaimana aku bisa menyenangkan hati-Nya,” maka kita akan diarahkan menjadi manusia yang hidup sesuai dengan pikiran dan perasaan Allah. Oleh sebab itu, jangan ada belenggu atau ikatan-ikatan yang membuat kita tidak fokus kepada Tuhan.
Kalau kita membaca tulisan Paulus, begitu ekstremnya. Dia berkata begini: “Sebab bagaimanakah engkau mengetahui, hai isteri, apakah kau tidak akan menyelamatkan suamimu? Atau bagaimanakah engkau mengetahui, hai suami, apakah engkau tidak akan menyelamatkan isterimu? Selanjutnya, hendaklah tiap-tiap orang tetap hidup seperti yang telah ditentukan Tuhan baginya dalam keadaan seperti waktu ia dipanggil Allah. Inilah ketetapan yang kuberikan kepada semua jemaat.” “Hidup di dalam keadaan seperti pada waktu dipanggil Allah” bagi Paulus adalah dia tidak menikah. Paulus memiliki prinsip, seorang yang beristri, hidupnya akan tergerus menyukakan istri. Orang yang punya suami, hidupnya tergerus untuk menyukakan suami. Apakah salah? Tentu tidak. Selama kita tidak mengabaikan hal yang utama dalam hidup ini, yaitu menyukakan hati Allah. Karena itu merupakan satu-satunya problem kita.
Oleh sebab itu, kalau seorang pria memilih jodoh salah, atau sebaliknya, seorang wanita memilih jodoh yang salah, dia membuat problem. Problem yang tidak efektif. Kecuali dia bertobat lalu betul-betul Tuhan bisa pakai,
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Truth Daily EnlightenmentBy Erastus Sabdono

  • 5
  • 5
  • 5
  • 5
  • 5

5

3 ratings