Kalau ada orang-orang Kristen yang lebih tertarik terhadap dunia dan hanyut dengan segala kesibukan hidup, pasti akan ditegur oleh Tuhan. Teguran tersebut bisa melalui khotbah di mimbar, peringatan dan melalui mulut manusia, mimpi atau suara Tuhan di dalam hatinya. Bila masih tidak sadar, Tuhan akan memukulnya dengan peristiwa-peristiwa kehidupan. Kalau pukulan-pukulan tersebut tidak diindahkan, ia dibiarkan hidup senang selamanya “di bumi ini”(Mzm. 73:12). “Selamanya” di bumi—walaupun dalam waktu yang lama—tetap akan berakhir. Inilah orang-orang yang tidak pantas ditegur oleh Tuhan. Mereka tidak perlu mendapat teguran Tuhan lagi. Mereka dibiarkan terus meluncur menuju kebinasaan. Tuhan menegur kita ketika kita mulai hidup dalam keadaan dimana kita menjadikan dunia ini sebagai kehidupan kita. Mestinya, Tuhan adalah kehidupan kita; artinya, bahwa tanpa Dia, kita tidak merasa memiliki kehidupan. Ini berarti Dia adalah segalanya bagi kita; lebih berharga dari diri kita dan lebih berharga dari hidup itu sendiri.
Orang-orang yang menjadikan segala sesuatu yang ada di dunia ini sebagai kehidupannya beranggapan bahwa hidup hanya untuk menikmati segala sesuatu yang ada di bumi ini. Mereka memandang hal tersebut sebagai kewajaran. Ada orang-orang yang tidak menghormati Tuhan dengan benar, dibiarkan hidup dalam keadaan yang selalu baik, padahal mereka sedang meluncur menuju kegelapan abadi. Hal ini sama dengan bahwa mereka tidak pantas mendapat pencerahan kebenaran Firman Tuhan. Mereka adalah orang-orang yang tidak pantas mendapat teguran Tuhan. Ini berarti, orang tersebut tidak diajar untuk selesai dengan dirinya sendiri. Mereka berpikir bahwa Allah menciptakan segala sesuatu di bumi ini untuk dinikmati. Mereka tidak tahu bahwa bumi sudah terkutuk. Kehidupan yang sesungguhnya disediakan oleh Tuhan di langit baru dan bumi yang baru (Yoh. 14:1-3).
Pendeta-pendeta yang tidak mengerti kebenaran ini, pengajarannya selalu menekankan mukjizat dan berkat jasmani. Inilah injil yang palsu. Mereka tidak mengajarkan kesempurnaan karakter. Mereka menunjukkan seakan-akan masuk surga itu mudah. Padahal, orang Kristen yang benar adalah orang yang menjadikan Tuhan sebagai kehidupannya; dan mendekat kepada Tuhan bukan karena mencari pemenuhan kebutuhan jasmani, melainkan menjadikan Tuhan sebagai kehidupannya. Keadaan yang membahayakan adalah ketika tidak dapat mendengar suara nasihat Tuhan, teguran, dan peringatan Tuhan.
Injil yang benar dari Tuhan Yesus Kristus membuka pikiran manusia untuk memahami kenyataan akan mengerikannya keadaan manusia, sehingga kita harus menangisi diri sendiri dan selanjutnya menghargai hidup yang Tuhan berikan. Dengan cara bagaimana seseorang menghargai hidup yang Tuhan berikan? Dengan cara berusaha sungguh-sungguh untuk menjadi manusia Allah sesuai dengan rencana Allah semula dan mempersiapkan diri memasuki Kerajaan-Nya. Selanjutnya, ia berusaha mengajak orang lain juga mengalami hal yang sama. Inilah ciri orang yang menjadikan Tuhan sebagai kehidupannya.
Banyak orang Kristen yang belum mengerti bagaimana menghargai hidup yang Tuhan berikan. Tidak ada cara lain untuk menghargai hidup ini kecuali meninggalkan cara hidup anak-anak dunia dan keindahan dunia dengan segala kesenangannya, demi belajar mengenal kebenaran Tuhan dan mengenakannya. Semua itu merupakan proyek bagaimana memiliki gairah hidup dimana Tuhan menjadi kehidupannya. Inilah sebenarnya tujuan anugerah keselamatan diberikan. Hal ini bukan sesuatu yang mudah, karena manusia pada umumnya sudah terlalu terbiasa dalam waktu yang lama menjadikan dunia sebagai kehidupan. Tuhan menghendaki agar orang percaya berjuang untuk menjadikan Tuhan sebagai kehidupannya.
Orang yang menjadikan Tuhan kehidupannya akan lebih mendandani manusia batiniahnya daripada manusia lahiriahnya. Namun faktanya, banyak orang yang lebih mendandani manusia lahiriahnya daripada manusia batiniahnya. Banyak orang tidak sadar bahwa daging adalah debu dan akan kembali...