"Tangis kesedihan. Ratapan. Kehidupan yang muram. Barangkali semua ini memang harus dilupakan. Kita harus belajar melupakan kesedihan. Waktu kecil kami selalu menyanyi : buat apa susah, buat apa susah, susah itu tak ada gunanya. Tetapi, tidakkah perpisahan itu suatu kematian itu - dan ada yang selalu terasa hilang dalam perpisahan?" (Bag x, )